fbpx

KORBAN SEMPAT DIPUKULI PAKAI BATU DAN SAJAM

Petugas melakukan olah TKP kasus pengeroyokan warga Blora.
Petugas melakukan olah TKP kasus pengeroyokan warga Blora.

Blora, BLORANEWS – Pengeroyokan yang berujung pembacokan yang mengakibatkan 3 korban (bukan 2) mulai ada titik terang. Salah satu terduga pelaku teridentifikasi oleh para korban. Hal ini terungkap saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) hari ini. 

Dalam olah TKP tersebut, ketiga korban dihadirkan. Mereka diantar menggunakan 3 sepeda motor.

Sesampainya di lokasi, para korban menjelaskan kronologis pengeroyokan dan pembacokan tersebut.

“Saya bawa motor Scoopy. Ditendang dari kanan. Jatuh ke kiri. Terus dipukuli,” jelas BY salah satu korban.

Menurutnya, terduga pelaku lebih dari 20 orang. Kejadian sekitar pukul 02.00 WIB.

“Habis nongkrong, mau pulang. Tiba-tiba sudah dihadang. Dipukul pakai batu juga,” tambahnya.

BACA JUGA :  KAPOLRES AJAK PERGURUAN SILAT JANGAN MUDAH TERPROVOKASI

Akibat pengeroyokan tersebut, sepeda motornya rusak. Helm juga hancur. Tubuhnya babak belur. Mulai lecet sampai dijahit kakinya.

Tak hanya dirinya, kedua temannya juga mengalami pengeroyokan. Satu diantaranya di bacok kaki bagian paha. Sehingga terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Saat ini aparat kepolisian juga sudah mengamankan beberapa alat bukti. Mulai batu, helm korban yang kondisi rusak akibat dihantam batu, serta sandal terduga pelaku.

Diberitakan sebelumnya, saat hendak pulang nongkrong, Dua (yang betul 3 orang, red) Warga Blora di Bacok di depan SMPN 6 Blora tadi malam. Tepatnya pukul pukul 02:00. Akibatnya, korban dilarikan ke rumah sakit terdekat.

BACA JUGA :  POLISI AMANKAN 19 PELAKU PENGEROYOKAN

Para korban pembacokan merupakan warga Desa Keser dan Desa Nglangitan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.

“Iya mas, tadi malam ada dua korban dibawa ke sini (RSUD Blora, red). Sekitar jam 3 pagi. Rawat jalan, jadi korban langsung pulang,” ungkap salah seorang petugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Soetidjono, Minggu (13/11) saat ditemui.

Salah seorang warga Nglangitan, Suntoro mengaku mendapat informasi dari tetangga sekitar bahwa adanya kasus tersebut. Ada dua korban pengeroyokan di Desanya, inisial BY dan AD. Kemudian warga Desa Keser berinisial NS. Total ada tiga korban pengeroyokan.

BACA JUGA :  SEMPAT KABUR KE LUAR KOTA, POLISI BEKUK EKSEKUTOR PENGANIAYAAN MENTUL

“Cerita dari warga itu yang satu dijahit 15 (NS) dan BY 5 jahitan. Untuk yang satunya (AD) hanya lecet-lecet. Saya juga belum ketemu sama anaknya, itu cerita-cerita warga,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pengeroyokan tersebut terjadi sekitar pukul 02:00 dini hari, di depan SMPN 6 Blora. Para korban hendak mau pulang usai nongkrong di area Lapangan Kridosono, dihadang oleh beberapa orang.

“Kejadiannya jam dua pagi. Habis ngopi dari Kridosono dihadang di depan SMPN 6 Blora. Kira-kira ada 30 orang dengan membawa senjata,” bebernya. (sub)