fbpx

MBAH NGADNAN JIKEN WAFAT, 92 TAHUN BERKIPRAH UNTUK NU BLORA

  • Bagikan
Kyai Ngadnan Jiken (memegang mikrofon) menyaksikan pengesahan NU Blora di Kidangan Kelurahan Jepon sekitar tahun 1927.

Jiken – Kyai Ngadnan Jiken berpulang, keluarga besar NU (Nahdlatul Ulama) Blora berduka. Kyai Ngadnan merupakan salah satu tokoh sepuh NU Blora. Berpulang kemarin (29/10) petang. Sebelumnya, Kyai Ngadnan sempat mengisi sarasehan Sejarah Tutur Berdirinya NU Blora sepuluh hari yang lalu di Gedung NU Blora.

 

Almarhum Kyai Ngadnan (memegang mikrofon)  dalam Sarasehan Sejarah Tutur Beridirinya NU di Blora, Kamis (19/10).

 

“Mbah Ngadnan akan dimakamkan hari ini pukul 10.00,” jelas Kyai Abdul Hakim kerabat Kyai Ngadnan, Senin (30/10).

Menurut sejumlah informasi yang dihimpun Bloranews.com, sebelum wafat Kyai Ngadnan sempat mengalami diare. Sejumlah tokoh NU Blora bersama badan otonom dan lembaga menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas meninggalnya Kyai Sepuh ini.

“NU Blora menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas  wafatnya Mustasyar NU Blora KH Ngadnan,” ucap Ketua NU Blora melalui sekretaris NU Blora Muhammad Fattah. Ucapan senada disampaikan Ketua MWC NU Jiken, Muhammad Mas’ud sesaat setelah beredar kabar wafatnya Kyai Ngadnan.

Lakpesdam NU Blora mengatakan salah satu pesan penting Kyai Ngadnan sebelum wafat adalah totalitas dalam menjalankan amanah jam’iyyah.

“Beliau berpesan, nek iso ngomong iso, nek ra iso ngomong ra iso. Ojo insyaallah, tapi ra iso (jika bisa katakan bisa, jika tidak katakan tidak. Jangan bilang insyaallah, ternyata tidak bisa). Beliau merupakan sesepuh NU sekaligus saksi sejarah berdirinya NU di Blora. Semiga kita dapat meneladani pribadi Kyai Ngadnan,” ucap Moesafa, Ketua Lakpesdam NU Blora.

Ketua GP Ansor Blora Ahmad Riyadi mengatakan, salah satu keteladanan Kyai Ngadnan adalah sikapnya yang bersahaja. Selama ini, Kyai Ngadnan merupakan salah satu sosok yang sangat dihormati di kalangan Nahdliyyin muda ini.

“Beliau memiliki ciri khas, tongkat antik yang selalu dibawa kemana-mana. Sosok yang sedarhana, panutan NU dan masyarakat Blora secara umum. Bagi Ansor dan Banser Blora, Kyai Ngadnan merupakan salah satu sesepuh yang sangat kita hormati. Ansor dan Banser Blora menyampaikan rasa duka cita yang mendalam, semoga para pemuda dapat melanjutkan perjuangan dakwah beliau,” ujar Ahmad Riyadi.

Mbah Ngadnan meninggal dalam usia 101 tahun, sejak usia sembilan tahun telah berkiprah di NU Blora mendampingi ayahnya. Ia merupakan saksi sejarah pendirian NU Blora tahun 1927 di desa Kidangan Jepon.  Jenazah akan dimakamkan hari ini pukul 10.00 WIB di Pemakaman Umum Jiken.

Reporter : Abdul Malik          

  • Bagikan