fbpx

MIRIS, ANGKA STUNTING DI BLORA MASIH 21,5 PERSEN

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Blora, BLORANEWS – Upaya untuk menurunkan angka Stunting di Kabupaten Blora nampaknya masih perlu kerja keras. Hal ini dilihat dari angka yang masih tinggi. Yaitu 21,5 persen.

Untuk itu Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati menekankan perlunya percepatan untuk menurunkan angka Stunting. Menurutnya, upaya untuk mencegah Stunting, percepatan penurunan Stunting di Blora sangat penting.

BACA JUGA :  BLORA KAJI TIRU PENURUNAN ANGKA STUNTING KE GROBOGAN

“Itu merupakan investasi Sumber Daya Manusia (SDM). Memang butuh proses, tetapi percayalah ini penting agar anak-anak kita Blora ini nanti bisa unggul, bisa bersaing, bisa menjadi generasi emas,” ungkap Mbak Etik sapaan akrab Tri Yuli Setyowati.

Hal ini disampaikan dalam kegiatan promosi dan KIE Program Percepatan Penurunan Stunting yang dilakukan BKKBN Provinsi Jawa Tengah bersama dengan mitra kerja Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto di Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu, Blora belum lama ini. Mbak Etik juga mengajak seluruh pihak untuk bersungguh-sungguh dan sepenuh hati dalam percepatan penurunan stunting di Blora.

BACA JUGA :  HARI GIZI NASIONAL, DINKES HARAP BLORA NEW ZERO STUNTING

Perempuan yang juga ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Blora ini menegaskan, mengatasi stunting tidak hanya persoalan untuk dunia. Tetapi juga urusan akhirat. Karena akan mencetak generasi emas, yang 20 tahun kedepan (2045) akan memegang peran penting dalam pembangunan.

Diketahui bersama, Presiden Joko Widodo menaruh perhatian serius terhadap penurunan angka stunting. Presiden bahkan meminta agar angka stunting nasional dapat turun di angka 14 persen pada tahun 2024. (sub)

BACA JUGA :  ATASI KEMISKINAN, PEMKAB BLORA GANDENG UCMI