MITOS KUCING DI INDONESIA

Sebagian besar masyarakat Indonesia lebih percaya terhadap sebuah mitos dari pada sebuah fakta, Sebuah mitos bisa dikuatkan oleh beberapa narasumber yang telah mengalaminya. Seperti yang dialami oeh tetangga saya, setelah ia bercerita menabrak kucing besoknya ia menceritakan bahwa ia sakit selama beberapa hari.

Masyarakat selalu mengaitkanya dengan kejadian sebulumnya yaitu menabrak kucing walau tidak sampai mati. Bisa saja orang tersebut sakit karena memang disebabkan keadaaan tubuh yang tidak fit, makanan, atau kelelahan. 

 

Muhammad Ilham Zakaria

Muhammad Ilham Zakaria

 

Dengan kata lain, mitos adalah kisah berlatar masa lampau, mengandung arti serta penafsiran tentang alam semesta dan keberadaan makhluk di dalamnya, serta dianggap benar-benar terjadi oleh orang yang yang membuat mitos atau penganutnya. 

Dalam pengertian lain bisa dikatakan bahwa mitos kebanyakan condong kepada cerita tradisional dan di pegang teguh secara berkelanjutan, dan dari cerita yang ada akan disampaikan dengan cara turun-temurun. Walau belum tentu benar mitos tersebut akan dipegang teguh oleh masyarakat bahkan secara luas atau keseluruhan.

Pada dasarnya cerita mitos menceritakan terjadinya asal mula alam semesta dan bentuk yang ada di bumi dan isinya. Penggambaran makhluk yang belum jelas kebenaranya seperti makhluk mitologis, dan sebagainya. Mitos bisa terjadi karena adanya catatan peristiwa sejarah yang terlalu dilebih-lebihkan.

Hal ini yang menyebabkan masyarakat banyak yang mempercayai sebuah mitos, dimana hal tersebut memang benar benar terjadi namun ditaburi dengan bumbu perasa maka terciptalah sebuah mitos yang melekat dalam masyarakat luas.

Mempercayai berita atau kejadian sebuah pristiwa yang belum jelas kebenaranya atau mitos juga memiliki sisi baik dan sisi buruk, dalam sisi buruk. Seseorang akan sangat terpaku dengan satu informasi saja dan bahkan cenderung menjadi pribadi yang suka ngotot dengan mitos yang dianutnya.

Sisi baik dari mitos juga ada, sebagian orang mempercayai mitos untuk diambil hikmahnya saja. Contohnya seperti mitos buang air pada pohon besar dan membuat penunggunya marah, jika orang yang berwawasan luas akan memiliki prespektif lain, yaitu ia akan berfikiran bahwa pohon tersebut merupakan pohon yang berumur lama dan bisa saja menjadi saksi bisu sebuah sejarah yang perlu dijaga, maka jangan mengotori tempat tersebut.

Fungsi lain dari membahas mitos adalah untuk membuka wawasan seseorang baik yang tidak percaya ataupun yang mempercayainya, bisa disimpulkan bahwa mitos itu ada sisi baik dan sisi buruknya, dan penliaian tersebut bisa diambil dari masingh-masing individu sesuai pola berpikir serta keyakinan yang tertanam dalam hatinya.

Mitos bisa dikatakan penting dan tidak, hal tersebut sesuai dengan pandangan dan hati dari masing-masing individu, tinggal bagaimana kita menyikapi hal yang ada, menurut saya Mitos bisa dikatakan penting bila kita mampu mengolahnya dengan baik. 

Sebagian mitos pasti memiliki pesan yang tersembunyi didalamnya tinggal kita sebagai manusia berusaha untuk berpikir jeli, dari pesan pesan yang terkandung tersebut bisa kita jadikan motivasi untuk diri kita maupun disampaikan kepada orang lain. 

Mitos bisa jadi dikatakan tidak penting bila seseorang mempercayai mitos dengan cara yang berlebihan maka akan menimbulkan berita yang tidak benar, contohnya dalam mempercayai sebuah pohon yang memiliki penunggu berupa makhluk halus, maka akan ada orang yang benar benar mempercayainya.

Dari beberapa penjelasan yang terpaparkan di atas maka saya akan mengangkat mitos mengenai kucing yang ditabrak seseorang bisa menyebabkan sial, hal ini bbanyak dipercayai oleh msyarakat luas dengan demikian kita harus waspada saat berkendara, keselamatan merupakan hal  utama, menjaga konsentrasi serta mood hati merupakan kunci utamanya.

Banyak dari kita saat berkendara meremehkan hal tersebut,  maka banyak kelalaian saat berkendara, semua pengguna jalan raya berhak memakainya, begitu juga dengan satwa / hewan, resiko kecelakakaan di jalan juga besar, tidak hanya manusia yang jadi korbanya, hewan pun juga sering jadi korbanya salah satunya adalah kucing.

Ada mitos yang beredar di masyarakat jika menabrak kucing dan tidak diurus dan dikubur dengan baik maka pelaku penabrakan akan terkena sial. Mitos ini sudah dipercayai sejak dulu dan berlaku hingga sekarang.

Dalam pandangan islam ada yang menceritakan bahwa, kucing merupakan hewan kesayangan nabi Muhammad, dan beliau pernah berpesan kucing hendak disayangi seperti keluarga sendiri, sebab Allah akan memberikan pahala terhadap hambanya yang menyayangi sesama makhluk hidup. 

Walaupun tidak memelihara, tugas kita sebagai makhluk hidup adalah menyayangi ciptaan allah berupa sesama makhluk hidup, sebenci apapun kita terhadap hewan, minimal kita tidak menyiksanya, jika tidak suka cukup biarkan saja.

Menurut saya ada beberapa pandangan menurut saya sendiri antara lain adalah, Jika kucing menjadi korban tabrak lari, dan tidak dikuburkan dengan baik maka akan menyebabkan macetnya jalanan dan akan menggangu pengguna jalan yang lainya. 

Disamping itu juga menimbulkan kejijikan diantara pengguna lainya, Tidak hanya kucing, jika kita menabrak hewan lainya maka kita juga harus mengurusnya dengan baik, sebagai bentuk rasa tanggung jawab kita sebagai pelaku.

Adanya mitos ini membuat masyarakat jadi peduli dengan kebersihan jalan raya sebagai sarana transportasi utama sektor, darat jika terjadi kecelakakan hewan, mitos ini disebut sebagai membawa sial, selain sial terhadap diri sendiri juga membuat pengguna jalan lainya tertimpa sial, entah macat, jalan menjadi kotor dan lainya.

Fungsi lain dari membahas mitos adalah untuk membuka wawasan seseorang baik yang tidak percaya ataupun yang mempercayainya, bisa disimpulkan bahwa mitos itu ada sisi baik dan sisi buruknya, dan penliaian tersebut bisa diambil dari masing-masing individu sesuai pola berpikir serta keyakinan yang tertanam dalam hatinya.

Fungsi mitos bagi masyarakat adalah sebagai suatu penjelasan tentang ritual. Mitos disebarkan untuk menyampaikan pengalaman religius atau sebuah peringatan yang berupa tidak terrulis namun memiliki dampak besar, selain itu mitos juga memiliki model sifat-sifat tertentu, dan sebagai bahan ajaran dalam suatu komunitas atau masyarakat. 

Kesimpulan dari hal tersebut adalah menyadari mitos sebagai penyampaian pentingnya sebuah ritual dalam masyarakat, agar orang tetap melestarikanya dan menurunkan kepada anak cucunya. 

Mitos digunakan sebagai pengalaman religius agar seseorang memiliki kelakuan yangh baik agar hidup tertata dan tidak melakukan kerusakan yang dapat merugikan orang lain, seperti mitos buang air sembarangan pada pohon besar, tak lain pesan yang ingin disampaikan adalah, supaya seseorang memiliki adab dalam buang air dan tidak sembarangan buang air.

 

Tentang penulis: Muhammad Ilham Zakaria merupakan mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia  dan Daerah, Universitas Muhammadiyah Malang.

*Opini di atas merupakan tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab Bloranews.com

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan