PENGEMBANGAN POTENSI BATIK BLORA

Batik menjadi salah satu pusaka budaya bangsa Indonesia yang perkembangan industrinya semakin meningkat setelah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda (Intangible Cultural Heritages) pada tahun 2009.

Eksplorasi batik kini semakin gencar dilakukan, minat pengembangan batik terus meningkat seiring bertambahnya kecintaan masyarakat terhadap batik. Antusiasme masyarakat terasa mulai meningkat ketika presiden Indonesia ke-6 Bapak Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional melalui Keputusan Presiden (KEPPRES) No. 33 Tahun 2009.

 

Vicky Ferdian S.

Vicky Ferdian S.

 

Salah satu ekspresi kegembiraan masyarakat terhadap batik adalah dengan membuat batik yang mencirikhaskan suatu daerah tertentu. Motif batik daerah biasanya terinspirasi oleh kekayaan alam dan budaya yang ada di lingkungan daerah tersebut. Fenomena seperti ini dinilai sangat membantu dalam mempromosikan kekayaan batik di mata dunia. Namun, pengembangannya harus terencana dan dikontrol oleh siapapun baik pemerintah ataupun masyarakat.

Beberapa wilayah yang dalam catatan sejarah awal perkembangan batik bukan merupakan daerah penghasil batik, kini mulai gencar memproduksi batik. Di Pulau Jawa sendiri, hampir tiap kabupaten menciptakan motif batik baru sesuai potensi unggulan daerah masing-masing, salah satunya adalah Kabupaten Blora.

 

batik dengan pewarna alam di Galeri Batik Jawa (Dokumentasi pribadi, 8 Oktober 2019)

Batik dengan pewarna alam di Galeri Batik Jawa (Dokumentasi pribadi, 8 Oktober 2019)

 

Kabupaten Blora sudah mulai mengembangkan Batik sekitar tahun 2010 (Gazali, 2017). Blora memiliki beragam potensi kebudayaan lokal yang dapat dijadikan sebagai inspirasi dalam mengembangkan produk batik, terutama dalam hal pengembangan motif batik Indonesia. Dalam perkembangannya saat ini, batik Blora memiliki berbagai variasi motif. Konsepnya adalah mampu menghadirkan batik yang merepresentasikan karakteristik Kabupaten Blora, sehingga menjadi salah satu elemen estetis yang menunjukkan identitas Blora. Konsep batik ini terbagi menjadi dua tema utama yaitu kebudayaan dan potensi sumber kekayaan alam. Di samping kedua tema utama tersebut, juga berkembang motif batik berdasarkan kuliner khas Blora, fauna khas Blora, dan eksplorasi beragam bentuk bunga (Gazali, 2017).

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan