fbpx
Adv  

PETANI DI BLORA KENDALIKAN HAMA YUYU SECARA MANDIRI

Petani di sawah.

Blora, BLORANEWS – Para petani di Kabupaten Blora kendalikan serangan hama kepiting sawah (yuyu) secara mandiri. Seperti halnya yang dilakukan para petani di Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora.

“Benar banyak yuyu, makan tandur. Ya harus nyulami lagi (mengganti bibit padi yang mati, red),” jelas petani setempat, Parti.

Patmi mengaku harus mengontrol tiap hari agar tanaman bibit padi di lahannya aman dari serangan yuyu.

“Saya tanam padi varietas Inpari dan Mapan, jadi harus sering dicek, supaya aman Yuyu dan disulami kalau ada yang roboh dimakan yuyu,” tambahnya.

Petani lain, Taufik juga mengeluh hal yang sama. Ia mengatakan bahwa hama yuyu banyak memakan batang bibit padi yang ditanam petani di sawah baru-baru ini.

“Baru tiga hari tanam padi, yuyunya banyak pada makan batang bibit padi yang saya tanam,” jelasnya.

Berdasarkan laporan Monitoring Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang disampaikan Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) Pati, ditemukan bahwa baru-baru ini kepiting sawah atau yuyu banyak menyerang tanaman padi pada musim tanam pertama.

“Berdasarkan laporan, di Kelompok Tani Barokah Desa Buluroto, Luas hamparan 4 Ha, Varietas Inpari 32, Umur tanam 7-35 HST. OPT yang ditemukan yuyu. Populasi 0,1 LA/m2. Intensitas Serangan 8,9 %. Luas serangan 1 Ha. Luas waspada 2 Ha. Sudah dilakukan pengendalian yuyu dengan umpan beracun pestisida secara mandiri oleh petani,” terang Plt. Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora Ngaliman.

Namun para petani sudah pada melakukan pengendalian secara mandiri. Beberapa cara pengendalian yang dilakukan petani antara lain pengendalian fisik/mekanik yaitu mengumpan dan menangkap kepiting pada malam hari karena kepiting keluar pada malam hari.

Alat dan bahan yang digunakan adalah bubu (perangkap), lampu petromak, umpan dengan kelapa busuk, umpan dengan daun papaya yang dicincang, nasi aking atau nasi bekas (sengauk) dan dipasang pada saluran irigasi yang airnya dikecilkan atau di pematang sawah dekat lobang aktif.

Pengendalian dengan pestisida nabati, bahan-bahan yang dapat digunakan kulit jengkol, umbi gadung, akar tuba, daun pepaya, daun sengon, umbi temu ireng, daun mindri. (Adv)