PGN KLAIM 73,8% PEMBANGUNAN JARGAS, APA KABAR JARGAS BLORA???

Blora- Pembangunan Jaringan Gas (Jargas) oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) yang sudah dimulai sejak tahun 2013 khususnya di Kabupaten Blora bisa di bilang kurang memuaskan. Menurut pantauan Bloranews, proyek berskala nasional tersebut bahkan sempat mangkrak.

 

Jaringan gas

Ilustrasi Jaringan Gas

 

Terutama di wilayah ring satu Central Processing Plant (CPP) Pusat Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) Blok Gundih yang ada di Kecamatan Kradenan, Blora. Hal inilah yang sempat membuat pemerintah Kabupaten Blora seperti di PHP oleh Perusahaan Gas Negara tersebut.

Bukannya tanpa alasan, bahkan jaringan gas rumah tangga di Semarang sudah bisa mengalir, padahal gas nya dari PPGJ Blok Gundih yang ada di Blora. Sedangkan jaringan gas rumah tangga di Blora sendiri terkesan terbengkalai. 

Baru-baru ini per September 2020, PGN mengklaim telah merealisasi aktual pembangunan jaringan gas yang didanai APBN 2020 di 23 kabupaten/ kota telah mencapai 73,8%. bahkan realisasi tersebut melebihi rencana progres pembangunan awal yakni sebesar 67,4 %. 

Direktur Infrastruktur dan Teknologi Perusahaan Gas Negara, Redy Ferryanto mengaku telah  merealisasi pembangunan jargas hingga saat ini mencapai sekitar 94.400 sambungan rumah (SR). Bahkan pencapaian target lebih dari 80 % seperti wilayah Kabupaten Ogan Ilir, Kota Palembang, Kota Dumai, Kota Pekanbaru, Kota Bandar Lampung, Kabupaten Serang, Kota Semarang dan Kota Blora.

“Pembangunan Jargas rumah tangga pemerintah tetap berjalan dengan SOP ketat dan mencapai jadwal yang ditargetkan. Kami bersyukur realisasi ini melebihi target aktual penyelesaian yang ditentukan,” ungkapnya seperti dikutip KONTAN(DOT)CO(DOT)ID. Selasa (15/9).

Lebih lanjut, Redy Ferryanto menjelaskan pembangunan Jargas dengan dana sekitar Rp 1,3 Trilliun tersebut telah dilaksanakan di 24 24 kabupaten/kota yang dibagi dalam 10 paket. Dengan rinciannya yakni jargas Kota Langsa, Kab. Aceh Tamiang dan Kab. Deli Serdang sebanyak 16.709 SR.

Jargas Kabupaten Ogan Ilir dan Kota Palembang sebanyak 13.358 SR. Jargas Kabupaten Ogan Komering Ulu dan Kabupaten Muara Enim sebanyak 13.044 SR. Jargas Kabupaten Musirawas dan Kabupaten Musi Banyuasin sebanyak 12.189 SR. Jargas Kota Dumai dan Kota Pekanbaru sebanyak 9.981 SR. Jargas Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi,  dan Kabupaten Sarolangun sebanyak 12.932 SR.

Kemudian, jargas Kota Bandar Lampung dan Kab Serang sebanyak 13.114 SR. Di Jawa Tengah, dibangun Jargas Kota Semarang dan Kab Blora sebanyak 10.725 SR. Sementara di Kalimantan Timur, jargas Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda sebanyak 9.003 SR. Jargas Kota Balikpapan, Kabupaten. Penajem Paser Utara, dan Kota Tarakan sebanyak 16.809 SR.

Sebagai informasi, Program jargas rumah tangga merupakan salah satu program strategis nasional (PSN) ditujukan untuk mewujudkan pemerataan manfaat gas bumi sebagai bahan bakar yang aman, ramah lingkungan dan efisien, dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. 

PGN sendiri mendapatkan amanat dari pemerintah untuk membangun jaringan gas rumah tangga  dengan dana APBN 2020 sebanyak 127.864 sambungan rumah tangga (SRT). Jumlah ini merupakan hasil penyesuaian, karena adanya kebijakan efisiensi dari pemerintah, dari semula 266.070 SRT terbagi menjadi 127.864 SRT pada tahun 2020, dan 138.206 SRT yang akan dibangun pada tahun 2021.(jyk)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan