fbpx

PKB BLORA GELAR BAKSOS PEDULI KEKERINGAN DAN KRISIS AIR BERSIH

Distribusi air bersih di sebuah mushola di Dukuh Kalisangku Desa Gempolrejo Kecamatan Tunjungan, Selasa (14/08).

Blora – Kelangkaan air bersih yang terjdi akibat musim kemarau benar-benar berdampak serius bagi warga Blora. Tak hanya sumur-sumur di kawasan pemukiman warga, sejumlah masjid dan mushola pun kekurangan air yang digunakan untuk menjalankan ibadah.

Tim bakti sosial (Baksos) DPC PKB Blora, Khoirunniam menuturkan, dalam aksi yang dijalankannya, didapati puluhan sumur warga mengering. Sementara itu, sejumlah masjid dan mushola di desa sasaran juga mengalami kalangkaan air bersih.

 

Distribusi air bersih di sebuah mushola di Dukuh Kalisangku Desa Gempolrejo Kecamatan Tunjungan, Selasa (14/08).

 

“Sejauh ini, kami mendistribusikan sebanyak 3 hingga 5 tanki air tiap hari. Tiap tanki berkapasitas 8000 liter. Hari ini, distribusi yang kami lakukan telah menjangkau desa-desa yang mengalami kelangkaan air di Kecamatan Tunjungan, Banjarejo dan Kunduran,” ujarnya, Selasa (14/08).

Menurut Khoirunniam, baksos tersebut telah dimulai sejak kemarin (13/08). Penentuan lokasi distribusi air ini didasarkan atas laporan atau permintaan dari PAC (Pengurus Anak Cabang) di kawasan masing-masing.

Senada, Koordinator baksos Bantuan Air Bersih DPC PKB Blora, Aan Rochayanto mengatakan langkah ini merupakan wujud kepekaan partai berlogo bola dunia tersebut terhadap kekeringan di Blora.

“Di Blora, ada 146 desa terdampak kekeringan. Menanggapi hal ini, PKB tak boleh berpangku tangan. Ini upaya kita untuk meringankan beban warga yang kesulitan mendapatkan air bersih di musim kemarau ini,” ucap Aan yang juga pengusaha muda asal Cepu ini.

Warga di desa terdampak kekeringan sangat bersyukur dengan  bantuan ini. Di sela-sela distribusi, mereka mengucapkan terima kasih. Menurut mereka, bantuan ini sangat berarti di tengah kelangkaan air bersih yang mereka alami.

“Terima kasih atas bantuan airnya, semoga berkah. Semoga menjadikan PKB menang,” ujar Widodo (37) warga Kalisangku, sembari mengacungkan jempolnya.

 

Reporter : Aribpak’i