fbpx

PRODUKTIVITAS MENURUN, HARGA BAWANG MERAH MELAMBUNG TINGGI

“Kalau menanti subsidi ya tidak pernah jualan, mas. Pedagang tidak ambil pusing, kalau harga tinggi ya dijual tinggi, kalau murah ya dijual murah. Murah dan mahal tetap bati (untung). Rezeki sudah ada yang ngatur, jangan dipikir terlalu dalam,” ungkapnya.
Bawang merah dan bawang putih.

Brebes, BLORANEWS – Penurunan produktivitas petani bawang merah di Desa Krasak, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes berdampak pada melambungnya harga Bawang Merah di pasaran. Hal itupun membuat inflasi di Jawa Tengah kini kian tak terkontrol.

Diungkapkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berdialog dengan petani setempat, penurunan produktivitas bawang merah ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya akibat rusaknya unsur hara tanah karena terlalu banyak memakai pupuk kimia dan pestisida.

BACA JUGA :  GAWAT! INFLASI PANGAN CAPAI 11,47 PERSEN

“Ini saya cek karena kenapa ya harga bawang merah ini kok kontribusi pada inflasinya tinggi sekali. Ternyata produksinya di sini juga tidak terlalu optimal,” ungkapnya, Rabu (14/9/2022).

Menilik hal itu, Ganjar mengaku telah menyiapkan formula bantuan untuk menekan inflasi. Khususnya terkait distribusi bawang merah. Bantuan itu berupa subsidi ongkos kirim komoditas sebesar Rp 1.500 per kilogram.

BACA JUGA :  PEMPROV JATENG PRIORITASKAN RANCANGAN PERUBAHAN APBD UNTUK BANTUAN SOSIAL

“Sekarang kita sedang siapkan itu, menyiapkan formasi datanya. Maka kalau hari ini ternyata belum panen. Nanti kita cek dari gudang, berapa ongkos kirim, apakah ada gangguan apa tidak, jika iya maka sebenarnya itu bagian dari objek yang bisa kita jadikan sasaran bantuan,” tandasnya.

Ganjar pun mengingatkan kepada petani agar tidak berlebihan dalam menggunakan pupuk kimia dan pestisida. Sebab selain bisa merusak tanah, penggunaan yang berlebihan juga akan berdampak pada kesehatan.

BACA JUGA :  TEKAN INFLASI, 1.810 IKM TERIMA BANSOS

“Hati-hati lho kalau pestisida berlebih bahaya buat nanti anak-anak. Kalau pestisida kena air, nanti bisa membuat stunting dan gondok,” ucap Ganjar mengingatkan. (*)