fbpx

PULUHAN SISWA IKUT LOMBA PIDATO BAHASA JAWA

Salah seorang peserta dari SMK An Nu Banjarejo, Siti Maryam tampil lomba pidato bahasa Jawa.
Salah seorang peserta dari SMK An Nu Banjarejo, Siti Maryam tampil lomba pidato bahasa Jawa.

Blora, BLORANEWS – Puluhan siswa Blora mengikuti lomba pidato Bahasa Jawa yang diselenggarakan oleh Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PCNU Blora. Lomba tersebut tingkat SMA/SMK/MA.

Ketua Lesbumi PCNU Blora, Dalhar Muhammadun menjelaskan, lomba pidato dengan tema keislaman dan keindonesiaan ini diikuti sebanyak 32 peserta mengikuti lomba pidato bahasa Jawa, dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2022.

“Bahasa Jawa tidak bisa kita tolak, karena kita hidup di Jawa. Bahasa Jawa itu mewakili budaya dan saya berharap semoga Bahasa Jawa bisa lestari,” ucapnya dalam bahasa Jawa saat memberikan sambutan, Selasa (18/10).

Lomba bahasa Jawa dilaksanakan di Pendopo Bupati Blora selama dua hari, yaitu tanggal 18 dan 19 Oktober 2022. Pemenang lomba akan diumumkan, Rabu (19/10 besok, setalah seluruh peseta tampil. Ketua Lesbumi yang akrab di sapa Lek Madun ini mengajak kepada para peserta yang hadir untuk melestarikan bahasa Jawa.

BACA JUGA :  HARI SANTRI NASIONAL 2016 : BAKTI NYATA SANTRI UNTUK BLORA

“Melestarikan bisa melalui sekolahan dan lain sebagainya. Fakta yang kita baca, bahasa Jawa hampir tidak menjadi bahasa padahal ini khas Jawa. Tapi untuk mengekspresikan sopan santun akan terwakili dengan bahasa Jawa,” terangnya.

Terdapat dewan juri dari perlombaan ini, yaitu Shodiq Abd Hayyi Sukarno dari Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani ), Nur Lailiyah Imawati dari guru Bahasa Jawa SMPN 1 Blora dan Sukarno dari Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi).

“Senang rasanya bisa ikut lomba pidato bahasa Jawa. Tadi agak gugup pas tampi, soalnya kan tidak boleh pakai teks, durasinya juga dibatasi tujuh menit,” ungkap salah seeorang peserta dari SMAN 1 Tunjungan, Tiara Jovita Wiji Lestari.

BACA JUGA :  SEMARAK HARI SANTRI, IRMADU ADAKAN PAWAI OBOR

Agenda ini dibuka oleh Sekretaris PCNU Blora, Muhammad Yunus Bakhtiar Rifa’i. Ia mengatakan, memasuki abad kedua NU dengan visi merawat jagat membangun peradaban.

“Visi ini harus bisa diterjemahkan melalui banyak bidang. Baik bidang pendidikan, ekonomi, ideologi bahkan bidang kebudayaan. Salah satu tafsi PCNU Blora melalui Lesbumi, bagian dari merawat jagat membangun peradaban berangkat dari tradisi bahasa yaitu bahasa Jawa,” terangnya.

Menurutnya, bangsa Indonesia saat ini terjajah dengan budaya luar. Ketika tidak bisa menggunakan bahasanya sendiri maka akan kalah dengan budaya luar. Ia mencontohkan, santri merupakan salah satu yang melestarikan bahasa Jawa.

BACA JUGA :  LEBIH DEKAT DENGAN KYAI MA’SHUM, PEMIMPIN NU YANG BERSAHAJA

“Di pondok pesantren, bahasa Jawa itu sebagai alat untuk mentransformasikan ilmu pengetahuan. Puncak dari Bahasa jika menjadi alat transformasi keilmuan,” paparnya. 

Yunus yang juga Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Blora ini mengumumkan, piala dan hadiah akan dibeikan pada saat kegiatan sholawat nariyah, Kamis (20/10) di Pendopo Bupati Blora. Kemudian ia berhap bahasa Jawa tetap lestai di tengah perkembangan zaman.

“Pesan saya nanti ketika lomba jangan khawatir pletoten (blepotan). Yang penting ikut lomba, senang-senang. Ojo deredeg (jangan gemetar, red). PD saja, yang penting bahasa Jawa. Niatkan dalam rangka melestarikan bahasa Jawa. Hidup boso Jowo,” tandasnya. (nda/int)