fbpx

SATU KARYAWAN ANGKASA MENINGGAL

TERDAKWA DUGAAN PENEBANGAN KAYU MENINGGAL SAAT JALANI PERAWATAN DI RSUD
Ilustrasi

Blora, BLORANEWS – Salah Satu Karyawan Angkasa Desa Kamolan, Blora meninggal dunia. Dia adalah Imamudin, warga Kecamatan Banjarejo Blora. Belum jelas penyebab pasti kematiannya.

Sempat dilarikan ke RSU Permata. Namun sampai IGD, korban sudah tidak bernyawa lagi. Selanjutnya, dimakamkan Rabu, (24/11) kemarin.

Kades Sendangwungu mengaku, warganya yang bekerja di Angkasa memang ada yang meninggal. Sudah dimakamkan. Untuk penyebabnya sendiri dia kurang tahu.

BACA JUGA :  KETUA FKDT NGAWEN BERPULANG

“Coba langsung ke keluarganya saja. Pemakaman hari ini (kemarin, red),” terangnya.

Sementara itu, Pimpinan perusahaan PT. Angkasa Karya Sejahtera (AKS) yang beralamat Jl. Raya Blora-Randublatung, KM 03, Agustinus Setyawan mengaku memang ada karyawan yang sakit dibawa langsung dibawa ke RS oleh rekan-rekannya. Pihaknya juga menerangkan, kurang begitu paham kronologis sebenarnya.

“Saya kurang jelas detailnya. Sore dihubungi ada karyawan yang dibawa ke RS. Kemudian ditelfon lagi, sampai RS diinfo meninggal. Langsung dari rekannya menghubungi keluarga,” terangnya.

BACA JUGA :  KECELAKAAN MASUK MESIN GILING, TERSISA HANYA BAGIAN KAKI

Agustinus menambahkan, menurut info rekannya yang bersangkutan sakit. Bukan jatuh. Tidak ada luka.

“Napasnya sesak,” tambahnya.

Dia menjelaskan, menurut pihak keluarga ada riwayat sakit., detailnya kurang jelas. Saat ini, keluarga sudah ikhlas, menerima.

“Kita juga sedang proses BPJS Ketenagakerjaannya. Semoga dana santunan dan pemakaman Rp 24 Juta bisa segera cair dan dana pendidikan untuk anaknya,” tegasnya.

BACA JUGA :  WANITA ASAL BLORA DITEMUKAN TAK SADARKAN DIRI SAAT NGINEP DI HOTEL TANGERANG

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Industrial Dan Jaminan Sosial Dinas Perindustrian Dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora, Nunuk Nurul Hidayah mengaku, hingga saat ini belum ada laporan kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian dari Angkasa. Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya akan mengkonfirmasi kebenaran kabar tersebut.

“Belum ada laporan atau pemberitahuan,” imbuhnya. (sub)