TKW YANG MENINGGAL DI MEKAH ASAL TLOGOTUWUNG RANDUBLATUNG

Blora- Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Dinas Perindustrian Dan Tenaga Kerja, Sugeng Saptono saat dihubungi membenarkan peristiwa meninggalnya TKW asal Blora di Mekah.

 

DIMAKAMKAN DI DEKAT MASJIDIL HARAM, TKW ASAL BLORA 21 TAHUN TAK PULANG

Pemakaman SMA (53) TKW asal Blora.

 

Tenaga Kerja Wanita yang meninggal tersebut atas nama Sriwahyuni (53) asal Desa Tlogotuwung Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora yang sudah bekerja di Arab Saudi selama 21 tahun dimakamkan di Kota Suci Mekkah, satu lokasi pemakaman dengan istri pertama Rasulullah, Khadijah binti Khuwailid al-Asadiyah. (25/03)

“Iya betul mas, asal Desa Tlogotuwung Randublatung. Meninggal tanggal 11 Februari 2021. Keluarga korban juga sudah ikhlas untuk dimakamkan di Mekkah. Semua hak-hak almarhumah sudah diurus oleh keluarganya yang ada di Jakarta,” ungkap Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Dinas Perindustrian Dan Tenaga Kerja, Sugeng Saptono. Kamis (25/03).

Dari keterangan petugas KJRI Jeddah, Sriwahyuni sangat jarang bertukar kabar dengan keluarga. Selama 21 tahun bekerja di Arab Saudi, perempuan kelahiran Blora ini mengaku tidak pernah pulang ke tanah air (Indonesia).

Pada tahun 2015, Sriwahyuni mendatangi KJRI Jeddah untuk mengurus pergantian paspor. Di sana ia ditanya petugas loket pelayanan diantaranya apakah hak-haknya telah diterima dari majikan, apakah pernah mendapatkan perlakuan kasar dari majikan, dan pertanyaan lainnya.

Kemudian Januari 2020, dirinya kembali melakukan penggantian paspor. Seperti biasa, saat pemeriksaan oleh petugas loket, Sri Wahyuni mengungkapkan, dirinya belum pernah pulang ke Indonesia. Dan sisa gajinya senilai 134 ribu riyal lebih masih ada di majikannya.

Mendengar pengakuan tersebut, kemudian KJRI Jeddah berusaha menelusuri agen yang memberangkatkan SMA untuk mendapatkan alamat serta kontak dari keluarganya.

“Bisa jadi, lantaran terlalu lama tinggal di Arab Saudi dan sangat jarang berkomunikasi dengan keluarga, Sri Wahyuni kurang perhatian akan pentingnya nomor kontak keluarga,” penjelasan KJRI Jeddah.

Akhirnya atas bantuan Polsek dan instansi terkait yang ada di daerah keluarga Sri Wahyuni berhasil dihubungi. Saat itu juga pihak KJRI dan keluarga sempat meminta agar Sriwahyuni segera pulang, tapi dia memohon agar diberikan kesempatan menambah 1 tahun lagi.

“Atas permintaan almarhumah kepada keluarga melalui video call dari KJRI, dia minta untuk menambah waktu satu tahun lagi,” ujar petugas Pelayanan dan Perlindungan Warga (Yanlin) KJRI Jeddah.

Namun takdir berbicara lain, belum sempat berkumpul bersama keluarga di tanah air, ajal menjemput SMA akibat komplikasi yang menggerogoti raganya, tekanan darah tinggi, kencing manis dan penurunan sirkulasi darah.

Perempuan kelahiran 1968 meninggal dunia genap setahun sejak kedatangannya ke KJRI.

Almarhumah dikebumikan di dekat Makam Istri Rasulullah pada Kamis, 18 Maret 2021 di Ma’la, kompleks pemakaman ternama di Makkah yang berjarak beberapa ratus meter dari Masjidil Haram.

Dari kisah Sriwahyuni, Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Eko Hartono, mengingatkan, agar setiap WNI mengambil hak cuti setiap dua tahun untuk pulang ke Indonesia.

“Tak ada yang melarang Anda mencari rezeki di negeri orang, tapi jangan lupa usia dan kampung halaman, terlebih-lebih keluarga,” pungkasnya. (Jyk)

 

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan