SELAIN JEBAKAN LISTRIK, INI CARA MENGHALAU TIKUS DI MUSIM TANAM

Blora- Tewasnya seorang petani lantaran tersengat jebakan tikus beraliran listrik di Desa Gondel Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora, membuat banyak kalangan berpikir keras cara menghalau tikus dengan metode yang lebih aman.

 

Jebakan tikus bertegangan listrik di Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora

Jebakan tikus bertegangan listrik di Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora

 

“Menghalau tikus menggunakan jebakan bertegangan listrik tinggi sangat tidak aman. Kabelnya dibentangkan di bawah, dan sepenuhnya merupakan rakitan sendiri. Tidak ada ijinnya, karena hanya tiru-meniru,” kata Kades Sidorejo Kecamatan Kedungtuban, Agung Heri Susanto, Sabtu (14/12).

Lebih lanjut, Agung yang juga ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Blora mewacanakan sejumlah cara untuk melawan hama tikus. Diantaranya, dengan menginisiasi lomba gropyokan (perburuan tikus), dan membasmi tikus dengan menggunakan predatornya.

“Akhirnya kita mencoba dengan teman-teman kolaborasi dengan karang taruna. Sebentar lagi, kita akan mengadakan gerakan gropokan bersama menyeluruh se-Kecamatan, yang diikuti kelompok tani, beberapa desa, karangtaruna dan akan kita lombakan,” paparnya.

Tak hanya itu, Agung juga memaparkan alternatif lain untuk menghalau hama tikus, yakni mendatangkan predatornya. Predator tikus berupa burung hantu terbukti efektif dalam uji coba di sejumlah lahan pertanian di luar Blora.

“Dengan cara lain seperti rumah burung hantu. Kita sudah menginformasikan ke teman-teman bahwa dana desa ‘kan boleh digunakan itu. Harganya murah,” imbuhnya.

Menurut Agung, ancaman hama tikus di musim tanam tidak bisa dianggap enteng. Karena, dalam beberapa peristiwa, petani mengalami gagal panen lantaran tanaman padi yang rusak dimangsa satwa pengerat ini.

“Memang, di sini tikusnya merajalela luar biasa. Pernah dulu, besok mau panen, malamnya diserang luar biasa,” pungkasnya. (jyk)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Comments are closed.