SESEPUH NU CEPU: JANGAN MINDER, SANTRI BISA JADI PRESIDEN!

Cepu- Status sebagai santri sudah seharusnya menjadi kebanggaan. Santri yang dulunya lekat dengan citra kampungan dan pinggiran, kini telah berubah. Tidak sedikit tokoh santri yang di era sekarang menjadi pemimpin negeri.

Pesan tersebut disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Ijtihad Tambakromo Cepu, KH Chasbullah, dalam tausyiahnya pada pembacaan 1 Milyar Sholawat Nariyah, dalam rangka Hari Santri Nasional 2019 di Pendopo Kecamatan Cepu, Senin (21/10).

 

Pembacaan 1 milyar sholawat nariyah dalam rangka Hari Santri Nasional 2019 di Pendopo Kecamatan Cepu

Pembacaan 1 milyar sholawat nariyah dalam rangka Hari Santri Nasional 2019 di Pendopo Kecamatan Cepu

 

“Banggalah jadi santri. Kalau dulu santri dianggap ndesit (kampungan, red), sekarang tidak ada lagi. Santri bisa jadi Presiden seperti Gus Dur, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, jadi Gubernur seperti Bu Khofifah, atau menjadi Wakil Gubernur seperti Gus Yasin. Di Blora, Wabup-nya juga produk pesantren. Jangan ragu, jangan minder,” ucap KH Chasbullah.

Acara yang dihadiri Camat Cepu Luluk Kusuma Agung Ariadi bersama jajaram Forkompimcam serta jajaran MWC NU Kecamatan Cepu tersebut, diawali dengan penampilan Grup Hadroh Rijalul Ansor, dilanjutkan dengan pembacaan sholawat dan doa untuk keselamatan bangsa.

“Kami terharu, pendopo Kecamatan Cepu bergema lantunan sholawat. Monggo, pendopo ini digunakan untuk kegiatan-kegiatan positif atau rutinan NU. Santri adalah masa depan negara ini, dan NU selalu terdepan dalam mempertahankan NKRI,” kata Luluk dalam sambutannya.

Rangkaian pembacaan 1 Milyar Sholawat Nariyah ini dipungkasi dengan pembacaan doa yang dipimpin Rois Syuriah MWC NU Cepu, yang juga pengasuh pesantren MQ Rohmah Al Falah Turibang, KH Affandi Ibrahim. (sug)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan