fbpx

SISWA SMA BERMESRAAN, KETUA MKKS BLORA ANGKAT BICARA

PKK BLORA: 70 PERSEN PELAJAR SUDAH BERPACARAN, BERANI PEGANG TANGAN HINGGA CIUMAN!
Ilustrasi pacaran

Blora – Dua sejoli asik bermesraan di suatu cafe di Blora mendapat banyak perhatian publik. Seolah dunia milik berdua, dua sejoli tersebut masih menggunakan seragam almamater salah satu sekolah SMA di Kabupaten Blora.

Anggapan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Blora, Apri Sukoco yakin semua sekolah pasti mempunyai aturan masin sendiri, dalam hal ini tata tertib siswa.

Ia juga menganggap sekolah sering melakukan pembimbingan dan pembinaan melalui jalur formal seperti pendidikan karakter dan jalur jalur lain seperti Bimbingan Konseling (BK) dan ekstra kulikuler. Apri pun mengomentari video siswa bermesraan yang beredar.

BACA JUGA :  JAMAN MAKIN KOMPETITIF, BUPATI: GENERASI MUDA HARUS BERKARAKTER DAN SIAP KERJA!

“Bentuk penyimpangan seperti gambar (siswa bermesraan) tersebut dapat terjadi karena ada faktor lain yang menyebabkan terjadi. Misal, waktu atau kesempatan, mungkin kurang kontrolnya dari banyak pihak yang seharusnya ikut memperhatikan perkembangan anak,” terangnya, Kamis (17/3).

Dia menduga, pihak sekolah pasti sudah mengambil langkah untuk pembinaan atau pembimbingan pada para siswa terutama pada anak yang tertangkap kamera sedang berpangkuan. Hal tersebut tidak diinginkan pada siswa dan siswi yang lain.

BACA JUGA :  SEKOLAH TIDAK HARUS DI SEKOLAH

“Saya selaku Ketua MKKS SMA Kabupaten Blora akan mengingatkan Kepala Sekolah yang lain untuk lebih meningkatkan proses pembimbingan dan pembinaan terhadap sikap dan moral siswa kita,” ucapnya.

Perilaku yang sangat disayangkan itu diharapkan ada peran serta yang lebih intern, khususnya pada keluarga dan masyarakat. Ketua Apri menilai, tanpa dukungan dan partisipasi mereka, sekolah tidak bisa maksimal mengarahkan perkembangan anak.

BACA JUGA :  SOSOK PEMULUNG BERGELAR DOKTOR

“Waktu banyak itu di luar sekolah. Kerjasama adalah hal terbaik menuju perkembangan yang sehat terutama psikis dan sikap anak. Selanjutnya dari kasus ini akan saya angkat pada rapat di MKKS, mungkin dapat menjadi peringatan bagi sekolah lain,” imbuhnya.