fbpx

TAJAMNYA PENA PELAJAR RANDUBLATUNG

  • Bagikan
Semangat menulis Ochin dan Ncun, bisa jadi merupakan kegemaran pribadi yang mereka geluti sejak lama, namun sejarah Kabupaten Blora mencatat bahwa budaya menulis di Blora telah diwariskan sejak lama
Chintya Ramadhani berpose disela sela pelatihan jurnalistik

Randublatung (07/01/2016) Sekelompok remaja sedang mewawancarai temannya sendiri seolah – olah sedang mewawancarai seorang seniman ibu kota, seperti itulah kegiatan pelatihan reportase ala Pena Pelajar Randublatung. Pena Pelajar adalah sebuah komunitas pecinta dunia menulis dan jurnalistik di Kecamatan Randublatung, sebuah kecamatan di selatan kota Blora. Sampai saat ini, komunitas Pena Pelajar Randublatung telah memiliki anggota sebanyak 50 pelajar. Sebagian besar merupakan pelajar sekolah menegah atas di Randublatung. Selain berkecimpung di dunia belajar sastra dan jurnalistik, Pena Pelajar Randublatung juga mendalami aktivitas pelatihan kepemimpinan pelajar. Dengan kata lain, Pena Pelajar Randublatung merupakan wadah pelajar untuk menumbuhkan talenta masing – masing.

penulis randublatung
Sertifikat Rintiya ramadhani Randublatung Blora

Pena Pelajar Randubltung lahir atas prakarsa pengurus Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kecamatan Randublatung pada sebuah pelatihan jurnalistik di MA Ma’arif Randublatung. Kegiatan langka yang diselenggarakan pada 25 Oktober 2015 ini menghasilkan sebuah resolusi pelajar Nahdlatul Ulama untuk menggeluti dunia jurnalistik dan sastra. Pena pelajar Randublatung banyak melakukan kegiatan jurnalistik di dalam dan di luar kecamatan Randublatung. Sebagai penentu jadwal kegiatan, Pena Pelajar Randublatung melakukan rapat perencanaan kegiatan setiap bulannya. Saat ini, koordinator Pena Pelajar Randublatung dipercayakan kepada Chinya Ramadhani ( 17 ) pelajar putri multu talenta yang saat ini sedang menyelesaikan studi di SMA N 1 Randublatung.

tempat berkumpul Pena Pelajar Randublatung
Sekretariat Pena Pelajar Randublatung Blora

Sebagai tempat berkumpul untuk menyalurkan bakat masing – masing, Pena Pelajar meletakkan sekretariatnya di Graha NU Randublatung. Gedung kepunyaan NU ini menjadi basis berkumpul dan bertukar gagasan Ochin ( panggilan akrab Chintya Ramadhani ) dan teman – temannya. Karena Pena Pelajar merupakan binaan PAC IPNU – IPPNU Kecamatan Randublatung, banyak aktivitas IPNU – IPPNU Randublatung yang menjadi obyek liputan Pena Pelajar Randublatung. Dalam beberapa bulan setelah dibentuk, Pena Pelajar Randublatung berhasil memikat hati pelajar – pelajar kecamatan di luar Randublatung. Banyak anggota baru dari Pena Pelajar Randublatung yang berasal dari Kecamatan Jati, Kecamatan Kradenan dan Kecamatan Kedungtuban. Pola belajar ala remaja menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelajar di luar kecamatan Randublatung.

Pelatihan menulis anggota pena pelajar Randublatung
Pelatihan Jurnalistik Pena Pelajar Randublatung

Ragam kegiatan Pena Pelajar pun sangat variatif, sebut saja kegiatan menonton film bersama para pelajar. Menurut Ochin, selain sebagai hiburan setelah sepekan belajar, menonton film juga melatih kepekaan atas berbagai kenyataan sosial yang terjadi di lingkungan terdekat. Selain menonton film, Pena Pelajar kerap melakukan tur wisata ke berbagai tempat menarik di Kabupaten Blora.

Sri Sundari ( 17 ) pelajar desa Wulung Kecamatan Randublatung bergabung pada Pena Pelajar sejak oktober 2015, bercerita tentang pengalamannya selama mebngikuti kegiatan komunitas unik ini. Dalam penuturannya, Ncun ( panggilan akrab Sri Sundari ) tertarik pada pengembangan sastra di Pena Pelajar Randublatung. Kegemaran Ncun pada bidang sastra sering diluapkan melalui catatan –  catatan hariannya. Setelah mengikuti pena pelajar, Ncun mencoba mengirimkan cerpen, puisi dan karya sastra lainnya pada media – media cetak lokal di Kabupaten Blora.

Semangat menulis Ochin dan Ncun, bisa jadi merupakan kegemaran pribadi yang mereka geluti sejak lama, namun sejarah Kabupaten Blora mencatat bahwa budaya menulis di Blora telah diwariskan sejak lama
Chintya Ramadhani berpose disela sela pelatihan jurnalistik

Semangat menulis Ochin dan Ncun, bisa jadi merupakan kegemaran pribadi yang mereka geluti sejak lama, namun sejarah Kabupaten Blora mencatat bahwa budaya menulis di Blora telah diwariskan sejak lama. Dua nama yang sangat mempengaruhi dunia menulis dan membagikan gagasan nasional  adalah Raden Mas Tirto Adhi Soerjo dan Pramoedya Ananta Toer. Dua nama yang telah menggoreskan sejarah sastra dan jurnalistik, dan keduanya merupakan manusia – manusia kelahiran Kota Sate.

Kemunculan Pena Pelajar Randublatung menumbuhkan harapan atas munculnya generasi – generasi satra di kabupaten Blora. Sebuah generasi yang diharapkan dapat mencatat setiap peristiwa di masa kini untuk menjadi pelajaran kepada generasi mendatang.

Reporter          : Galuh Nanda Paramitha ( galuhnanda455@yahoo.co.id )

Foto                 : Koleksi Chintya Ramadhani ( Ochin )

banner 120x500
  • Bagikan