TAK ADA KOORDINASI TRUK ALAT BERAT DITAHAN WARGA

Ngawen – Sejumlah alat berat untuk persiapan eksplorasi di Blok Trembul, sudah berada pada lokasi pengeboran. PT Sarana GSS Trembul (SGT) menggandeng PT ABS selaku kontraktor dalam pengeboran nantinya.

Setidaknya ada 39 truk yang mengangkut peralatan berat itu, berada di sumur SGT-01 di wilayah Desa Karangtengah, Kecamatan Ngawen, Blora, yang datang tengah malam, pada Selasa (8/8/2017). Dari keseluruhan 40 truk yang didatangkan oleh pihak perusahaan. Namun, dalam mobilisasi alat berat tersebut menyisakan masalah.

 

Truk pengangkut peralatan di tahan oleh warga. Foto : Bloranews

 

Sejumlah truk yang mengangkut unit rig milik PT ABS itu, dianggap tidak adanya koordinasi dengan warga. Selain itu, tidak adanya pengawalan dari aparat keamanan. Juga kurangnya koordinasi antara pihak ekspedisi, pemilik barang (PT. ABS), dan PT SGT.

Setelah dikonfirmasi ke Transportif  PT Aurel Duta Sarana dari Surabaya melalui petugas ekspedisi, mengaku bahwa segala sesuatu diserahkan ke pihak PT ABS.

“Ini ada mobilisasi alat berat tapi gak ada koordinasinya. Namanya masuk wilayah orang harus ada koordinasi. Pihak desa, polsek, koramil gak ada yang tahu, humasnya juga. Tonasenya juga melebihi batas, kan bisa merusak jalan,” ujar Fadolin, koordinator Barisan Patriot Bela Negara (BPBN), Rabu (9/8/2017).

Fadolin pun menyarankan petugas ekspedisi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan perusahaan terkait dan aparat keamanan. Sedangkan, 39 angkutan masih ditahan dilokasi sumur.

“Polsek dan Koramil katanya tidak tahu kalo ada alat berat datang. Dari perusahaan dan kontraktor juga saling lempar tanggungjawab. Ini harus diselesaikan dulu,” ungkapnya.

Belum usai masalah, ternyata truk yang melintasi jalan Desa Talokwohmojo, Ngawen itu, menyangkut kabel telkom hingga putus.

“Alatnya sudah masuk tadi malam. Saya berdua baru sampi sini tadi pagi jam 10. Ini baru mau koordinasi sama pihak ABS,” kata Harto, petugas ekspedisi.

Harto mengaku hanya ditugasi perusahaan untuk mengawal ekspedisi tersebut. Sedangkan perijinannya ia tak mengetahui sama sekali. Sedangkan, satu truk lain yang juga dari mengangkut alat berat belum diketahui keberadaannya.

Sementara itu, Guntur Prabowo Sekti, Humas PT SGT mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak keamanan. “Besok (10/8), kita koordinasikan sama polsek dan koramil di kecamatan,” ucapnya singkat.

Terpisah, Suparno, suami Kades Talokwohmojo menjelaskan pemerintah desa bersedia membantu, jika sudah sesuai prosedur. Namun, jika sebaliknya pihaknya akan melakukan mediasi. “Kalau sudah sesuai prosedur ya dibantu. Terkait jalan yang dilintasi, itu bukan kewenangan desa, karena masuk jalan PU (Kabupaten),” jelasnya.

Reporter : Ngatono

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Comments are closed.