TANGAN PALSU MEKANIK UNTUK DIFABEL BLORA

Blora- Sejumlah penyandang disabilitas menjalani pengukuran lingkar tangan untuk pemasangan tangan palsu mekanik. Selanjutnya, para difabel ini akan dapat menggunakan tangan tersebut untuk beraktivitas sehari-hari.

Tangan palsu mekanik untuk difabel tersebut merupakan bantuan dari Paguyuban Peduli Penyandang Disabilitas (P3D) Jawa Tengah kepada penyandang disabiltas yang tergabung di Difabel Blora Mustika (DBM).

 

Seorang difabel menjalani pengukuran lingkar tangan untuk pemasangan tangan palsu mekanik

Seorang difabel menjalani pengukuran lingkar tangan untuk pemasangan tangan palsu mekanik

 

“Data sementara ada 635 orang difabel di Kabupaten Blora. Namun belum semua didata menurut kekurangannya, sehingga butuh pendataan agar lebih enak untuk mengajukan bantuan kaki atau tangan palsu,” ucap Ketua DBM, Ghofur di sekretariatnya, Desa Kamolan, Blora, Senin ( 25/02).

Wacana Pembuatan Bengkel Tangan Palsu

Kabar adanya pengukuran tangan palsu mekanik ini terdengar hingga ujung selatan Blora. Taufiq, salah satu difabel dari Desa Getas, Kecamatan Kradenan juga datang dalam kegiatan ini bersama istrinya. Ia juga ikut diukur tangannya untuk mendapatkan bantuan tangan mekanik.

“Alhamdulillah ini ada pengukuran tangan mekanik, semoga nanti dalam keseharian bisa lebih lancar ketika melakukan aktifitas. Saya sehari hari jualan, beli dagangan dari Ngawi untuk dijual di Desa saya,” akunya.

Semantara, Wakil Bupati Blora, Arief Rohman mengaku akan mengusahakan pelatihan pembuatan kaki dan tangan palsu di Kabupaten Blora. Pihaknya merasa bangga dengan semangat para penyandang disabilitas tersebut.

“Kita upayakan pelatihan pembuatan tangan palsu sekaligus bengkelnya. Akan coba kita carikan bantuan CSR dari beberapa organisasi dan perusahaan. Yang penting data difabelnya disiapkan dulu sebaik-baiknya, by name by addres, juga jenis disabilitasnya,” ucap Arief di lokasi yang sama. (tkm

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan