UCIL SUGIHAN, BALA KEPRUK YANG SUKA NGELAWAK

Blora- Perawakannya kecil, namun gerakannya gesit nan lincah. Demikianlah penampilan Ucil di atas panggung kethoprak. Kerap kali, Ucil berperan sebagai prajurit kerajaan yang bertanding laga melawan musuh, atau dikenal dengan sebutan Bala Kepruk.

Ucil memiliki nama asli Muhammad Imam Wahyudi. Dikenal dengan nama Ucil lantaran perawakannya yang lebih kecil, dibandingkan rekan-rekannya sesama Bala Kepruk. Meski baru berusia 18 tahun, Ucil telah malang melintang di panggung kethoprak sejak usia 12 tahun.

 

Ucil memiliki nama asli Muhammad Imam Wahyudi

Ucil bersiap tampil di panggung kethoprak

 

“Pertama kali, saya gabung di paguyuban kethoprak Hasta Gumelar, sekitar tahun 2012. Kemudian gabung ke Cahyo Mustiko, dan sekarang di Siswo Budoyo,” terang Ucil, Kamis (28/02).

Paguyuban Hasta Gumelar berasal dari Desa Prantaan Kecamatan Bogorejo, Cahyo Mustiko dari Desa Pohrendeng Kecamatan Tunjungan, sedangkan Siswo Budoyo merupakan kethoprak asal Pati.

Sehingga, Ucil yang tinggal di Dukuh Sugihan Desa Mojowetan Kecamatan Banjarejo harus rela bolak-balik Blora-Pati jika ada undangan pentas. Kendati demikian, Ucil sangat menikmati profesi sebagai seniman kethoprak tersebut.

“Ya harus bolak-balik. Tapi alhamdulillah, (honornya) cukup,” imbuh putra pasangan (Alm) Ngadi dengan Siti Aminah itu.

 

Bala Kepruk Pecinta Kirun

Selain berperan sebagai Bala Kepruk, Ucil juga pernah berperan sebagai tokoh Jambul dalam lakon “Jambul Kromo Yudho”. Lakon ini menceritakan tentang seorang rakyat miskin, yang mengabdi sebagai prajurit Mataram, yang berhasil menumpas pemberontakan tentara Blambangan.

Ternyata, dibalik peran-peran sangar yang kerap dimainkannya, Ucil merupakan seniman humoris yang menyukai lawak. Idolanya adalah pelawak legendaris tanah air, Kirun. Menurutnya, penampilan Kirun di panggung lawak sangat menghibur.

“Sejak dulu, saya mengidolakan Abah Kirun. Itu lo, penampilannya dan lawakannya lucu dan menghibur,” imbuhnya.

Dari sejumlah peran yang pernah dimainkannya, dia mantap memilih peran Bala Kepruk yang menuntut stamina prima. Selain itu, Ucil yang masih berusia belia merasa masih butuh pengalaman banyak sebelum mencoba peran lain.

“Sebagai Bala Kepruk, pasti pernah kena pukul. Tapi itu wajar. Pas awal-awal dulu, setelah kena pukul rasanya sakit, tapi sekarang sudah biasa. Gak sakit, sekarang. Untuk peran lain, masih butuh pengalaman banyak lagi,” ujarnya renyah.

Menutup ceritanya, Ucil mengaku mendukung komitmen Pemkab Blora yang akan menampilkan pagelaran seni tiap akhir pekan di Taman Budaya Tirtonadi. Sehingga, para seniman di Blora memiliki wadah untuk berekspresi.

“Itu bagus sekali. Saya setuju sekali (dengan penampilan kesenian tiap akhir pekan di Taman Tirtonadi),” pungkasnya. (one)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan