WARGA KAPUAN TOLAK PENAMBANGAN PASIR DI LAHAN PERTANIAN PRODUKTIF

Cepu- Puluhan warga Desa Kapuan Kecamatan Cepu Kabupaten Blora melakukan aksi demo penolakan aktivitas penambangan di desa mereka. Warga menyuarakan aksinya dengan mendatangi Balai Desa Kapuan. Senin (27/07).

 

Aksi penolakan warga soal tambang didesa Kapuan

Warga mendatangi Balaidesa menyampaikan penolakan terkait tambang didesa Kapuan.

 

Sebelumnya, pihak penambang sejak kemarin, Sabtu (25/07) sudah mendatangkan alat beratnya. Akibatnya Eskavator (beko) terpaksa dihentikan warga di tengah sawah. Sebelumnya warga juga pernah menolak aktifitas ini pada bulan November tahun 2019 lalu.

Penolakan warga cukup beralasan. Lokasi tambang tersebut berada ditengah sawah produktif, ada kecurigaan jika operasi tambang tersebut bakal meluas. Hingga membuat longsor lahan sekitar. 

Camat Cepu, Luluk Kusuma Agung Ariadi mengaku sama sekali belum melihat secara fisik ijin penambangan tersebut.

“Untuk ijin saya belum melihat fisiknya, segera akan kita koordinasikan dengan Perijinan dan DLH kabupaten Blora, tapi intinya warga Desa Kapuan dan Cabean tetap ingin pertambangan pasir dihentikan, suwun,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blora, Dewi Tedjowati mengatakan terkait Amdal atau UKL-UPK , izin lingkungannya sudah dan dokumennya masuk kriteria UKL-UPL.

“UKL-UPL itu juga Dokumen Lingkungan seperti Amdal, berupa kajian utk memperoleh IL. Kalau izin operasionalnya saya kurang tahu, karena kalau izin operasionalnya bukan LH yg mengeluarkan,” jelasnya.

Sementara itu, Kades Kapuan, Hariyono beserta Kades Cabean, Kismiaty mengungkapkan hal yang sama ketika dikonfirmasi lewat WhatsApp, mereka mendukung warganya menolak kegiatan pertambangan tersebut.

“Bagaimanapun juga, saya sebagai kepala Desa ikut warga saya. Warga saya menolak, saya juga menolak,” terang mereka. 

Lebih lanjut pernyataan tegas disampaikan Petani Desa Cabean. Mereka ingin aktifitas penambangan pasir tersebut tidak beroperasi dan segera ditutup

“Yang kami inginkan tambang ditutup. Jangan beroperasi,” tegas Kusyanto, yang mengaku sawah miliknya berada 100 meter dari lokasi tambang. (Gnt)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan