fbpx

7 JALAN RUSAK BLORA YANG MENJADI VIRAL DI MEDIA SOSIAL

  • Bagikan

Blora- Jalan rusak bukanlah sesuatu yang mengherankan di Blora. Namun, tetap saja melintasi jalan yang rusak bukanlah pengalaman yang menyenangkan bagi warga Blora. Kekesalan masyarat ini diungkapkan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan mengunggah foto jalan rusak di media sosial. Berikut ini 7 jalan rusak yang menjadi viral di media sosial (data dihimpun sejak awal Januari 2017).

  1. Jalan Lingkar Cepu

Publik pengguna Internet (netizen) Kabupaten Blora, Jawa Tengah (Jateng) dihebohkan sebuah foto yang menunjukkan di salah satu ruas jalan di Kecamatan Cepu ditanami pohon pisang.

Foto itu pun menjadi perbincangan hangat di grup facebook, Blora Updates. Mulanya, foto tersebut diunggah salah seorang member yang menggunakan akun Facebook Dwi Fajar Rakhmawan, Sabtu (7/01/2017).

Pengunggah foto dengan nama Dwi Fajar Rakhmawan mengatakan melalui statusnya. “Jalan stasiun kota cepu..kapan bos segera diperbaiki..? nunggu korban yang jatuh tambah banyak? Selokan juga perlu direvitalisasi”.

  1. Jalan Desa Bergolo Ngawen

Jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Ngawen dan Kunduran ini merupakan alternatif. Tetapi jalan ini menjadi jalan utama masyarakat Ngawen bagian selatan.

Foto jalan ini sudah beberapa kali diunggah grup facebook ini, oleh para membernya yang melewati jalan tersebut. Terlihat kondisi jalan yang banyak berlubang seperti kolam ikan disana-sini. Salah satu member grup yang mengunggah foto atas nama BociLan, memberikan meme di foto tersebut dan menuliskan status. “Mudah-mudahan instansi yang terkait segera membenahinya..monggo diaminkan biar segera terkabulkan..” Tulisnya

 

  1. Jalan Menuju Desa Bacem Glagah Banjarejo

Hampir sama dengan di Cepu, jalan ini juga di tanami pohon pisang oleh warga karena kerusakannya yang sudah parah. Foto yang diunggah oleh pengguna dengan nama Suyatno Nothol Thole pada Rabu (18/01/2017) ini. Pengunggah mengungkapkan lokasi menuju Desa Bacem dan Desa Balongsari, Banjarejo.

Foto ini mendapatkan respon like  sebanyak 557 dan komentar dari 89 member grup facebook.

 

  1. Jalan Desa Bradag Kecamatan Ngawen

Foto yang diunggah pada Sabtu (21/01/2017) oleh pengguna yang bernama RM Suwignyo ini, merupakan berada di Desa Bradag Kecamatan Ngawen. Ikut mendapatkan respon yang tinggi juga, netizen memberikan sebanyak 33 komentar dan 377 like. Kondisi jalan yang hancur terlihat membahayakan truck bermuatan sampai miring seperti itu.

 

  1. Jalan Desa Caren Kecamatan Ngawen

Tidak Jauh dari lokasi ke empat, foto dini diambil oleh akun bernama Maratuss, yang bertempat tinggal didekat lokasi jalan itu. Foto ini diunggah pada Senin (9/01/2017). Terlihat jalan berlumpur pasca hujan dan bangun drainase yang masih baru.

“Iki dalan mlebu desoku lur, sak teruse yo koyo ngono luwih elek meneh, ojo takon mobil, motor sandal ae males ngliwati (Ini Jalan masuk desaku, sepanjang jalan ya seperti ini bahkan lebik jelek, jangan tanya mobil, motor aja malas lewat sini)” Tulisan di statusnya.

 

  1. Jalan Cokrowati Kecamatan Todanan

Foto ini diunggah oleh akun bernama Irawan Bloer Budi A di akun twitternya, Kamis (26/01/2017). Ia menggunggah dari berbagai sisi kerusakan jalan. Terlihat jalan berlubang ditengah yang cukup besar. Foto unggahannya itu langsung direspon oleh admin akun Humas Protokol Blora.

“Perbaikannya sudah dianggarkan dalam APBD 2017, sedang persiapan lelang proyek.. Sabar nggih” Komentar dari akun Humas Protokol Blora.

 

  1. Jalan Antara Kunduran – Doplang

Nampak kondisi jalan yang sudah parah, dengan kubangan air dimana-mana seperti kolam ikan. Sama halnya dengan jalan yang melewati Desa Bergolo. Penggunggah foto itu bernama Firmansyah Dedy di grup facebook, Kamis (19/01/2017).

Dia menuliskan keluh kesahnya melewati jalan itu selama tiga tahun. “Hampir 3 tahun sudah, berangkat kerja setiap hari pagi & sore, bahkan malam melewati jalur Doplang-Kunduran yang amat sangat ekstrim. Jalan hutan, rusak parah, licin, +horor” tulis Firmansyah Dedy distatusnya.

Unggahan foto itu mendapatkan respon dari member grup, 286 like, 74 komentar dan 3 kali dibagikan. Terlihat dalam komentarnya dia berasal dari Randublatung dan bekerja di Todanan.

 

Reporter : Ngatono (dari berbagai sumber)

banner 120x500
  • Bagikan