7 KENDALA PENGEMBANGAN WISATA DI BLORA

Jepon- Praktisi pariwisata, yang juga dosen Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Eko Suseno  memaparkan, 7 tantangan pengembangan sektor pariwisata yang umum terjadi. SDM yang kurang cakap dan dukungan pemerintah yang tidak memadai merupakan dua diantaranya.

Paparan ini disampaikannya dalam agenda Pembinaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Pelaku Usaha Pariwisata se-Kabupaten Blora, di kawasan wisata Seloparang Desa Tempellemahbang Jepon, Blora, Senin (18/02).

 

Pokdarwis Seloparang Tempellemahbang Jepon Blora

Pokdarwis Seloparang Tempellemahbang Jepon Blora

 

“Terdapat 7 tantangan yang dihadapi oleh Pokdarwis pada umumnya, yaitu 1.) belum adanya pemahaman yang utuh mengenai Pokdarwis; 2.) kelembagaan Pokdarwis belum terorganisir dengan baik,” terangnya.

Selanjutnya, 3.) pengemasan produk dan paket wisata kurang kreatif dan menarik; 4.) belum optimalnya peran stakeholder; 5.) pola manajemen partisipasi masyarakat belum optimal dikembangkan.

Kemudian, 6.) kapasitas dan kompetensi SDM kurang memadai; dan terakhir 7.) penetapan target pasar dan program pemasaran yang belum terarah.

“Untuk itu, diperlukan sinergi antara para pemangku kepentingan di sektor pariwisata ini, yaitu Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dunia usaha dan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Blora Djoko Nugroho mengemukakan, akses jalan menuju lokasi wisata menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah saat ini. Hal ini disampaikannya sebagai respon atas keluhan Pokdarwis terkait buruknya akses jalan menuju lokasi wisata. (mus)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan