fbpx

AIR MATA BERCUCURAN SAAT BERDOA DI MULTAZAM, CATATAN JAMAAH HAJI BLORA

  • Bagikan
Moch Mutiyono, Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Kabupaten Blora di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.

Mekkah, Arab Saudi – Sepuluh hari berada di Tanah Suci, jamaah haji dari Blora telah melaksanakan serangkaian ritual peribadatan. Kegiatan ibadah di Masjidil Haram, Mekkah mendominasi kegiatan para jamaah haji. Suasana haru dan khidmat memenuhi sanubari para Tamu Allah ini.

Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Kabupaten Blora, Mochamad Mutiyono menceritakan pengalamannya saat beribadah di Masjidil Haram. Metode haji yang dipilih jamaah haji Indonesia adalah tammatu’, artinya melaksanakan umroh terlebih dahulu, kemudian melaksanakan haji.

 

Moch Mutiyono, Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Kabupaten Blora di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.

 

“Kami, dari Kloter 53 SOC tiba di Arab Saudi melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah pada Kamis (02/08). Pertama kali yang kami lakukan adalah miqat dengan niat umroh di lokasi tersebut,” terang jamaah haji asal Desa Sembungin RT 02 RW 04 Kecamatan Banjarejo ini, Minggu (12/08).

Usai berniat umroh, jamaah haji menuju tempat pemondokan yang telah disediakan. Mutiyono sendiri, selama di Mekkah tinggal di Mawaheeb Arroudloh Hotel. Malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan melaksanakan  towaf (ibadah mengelilingi kakbah).

Dilanjutkan dengan melaksanakan sa’i (ibadah dengan cara berlari-lari kecil dari bukit Safa menuju Marwa yang berada di kompleks Masjidil Haram), dan Tahallul (ibadah dengan cara mencukur rambut).

“Hari-hari berikutnya para jamaah memperbanyak sholat berjamaah di Masjidil Haram. Selanjutnya, jamaah juga melaksanakan umroh sunnah, mengambil tempat miqat dari Tan’im dan Ji’ranah. Setelah itu, jamaah juga berkunjung ke beberapa situs bersejarah di Mekkah,” lanjutnya.

Situs bersejarah tersebut, salah satunya adalah Jabal Rahmah yang berada di Arafah. Tempat ini, diyakini merupakan tempat pertemuan antara Nabi Adam dengan Hawa setelah diusir dari surga.

Hingga saat ini, pengalaman manis yang dialami Mutiyono adalah saat dia berhasil mencium Hajar Aswad, berdoa di Multazam, dan melaksanakan sholat di Maqam (bekas tempat berdiri) Ibrahim dan Hijr Ismail.

“Air mata saya bercucuran saat berdoa di Multazam. Alhamdulillah, saya juga sempat membawa Bendera Merah Putih dan Bendera Ansor hingga ke dekat Kakbah. Rasanya marem (mantap, puas –red) banget,” ujarnya.

Menurut Mutiyono, kesiapan pemerintah RI dan Arab Saudi dalam memberikan pelayanan kepada jamaah haji sudah cukup baik.

“Termasuk memastikan petugas bersiaga di setiap terminal agar jamaah tidak salah naik bus. Bahkan di Masjidil Haram, banyak sekali petugas kita yangmengarahkan jamaah agar tidak tersesat,” pungkasnya.

 

Reporter : Rosyidi

 

banner 120x500
  • Bagikan
error: Konten dilindungi!!