fbpx

ATASI HAMA, KAPOLRES USUL LOMBA GROPYOKAN TIKUS

Mengatasi hama tikus dan mendukung ketahanan pangan, Kapolres Blora, AKBP Fahrurozi mengusulkan ke depan akan digelar lomba gropyokan tikus dengan tajuk "Kapolres Cup".
Kapolres Blora, AKBP Fahrurozi.

Blora, BLORANEWS – Mengatasi hama tikus dan mendukung ketahanan pangan, Kapolres Blora, AKBP Fahrurozi mengusulkan ke depan akan menggelar lomba gropyokan tikus dengan tajuk “Kapolres Cup”.

“Ke depan saya usulkan untuk dilaksanakan lomba Gropyokan Tikus Kapolres Cup dalam rangka pengendalian hama tikus tingkat kabupaten yaitu dengan sistem gropyokan tikus. Nanti siapa yang paling banyak akan mendapat hadiah dan untuk panitianya adalah Forkopincam,” ucap Kapolres.

Ia mengatakan dalam agenda Focus Group Discussion Memahami Bahaya Memasang Jebakan Tikus Dengan Aliran Listrik Di Wilayah Kabupaten Blora, mengundang Forkopimda Blora bersama stakeholder terkait, Jum’at (12/8) di Aula Arya Guna Polres Blora.

BACA JUGA :  KISAH PETANI PORANG DI BLORA YANG RAUB KEUNTUNGAN HINGGA RATUSAN JUTA RUPIAH

Diketahui, beberapa waktu lalu, Kapolres melakukan pengecekan dan peninjauan langsung ke persawahan warga di Kecamatan Kedungtuban. Selain itu Kapolres juga menginisiasi agar warga mau beralih dari penggunaan jebakan tikus listrik kepada penggunaan rumah burung hantu (rubuha) dalam pengendalian hama tikus sawah.

“Karena di beberapa wilayah di desa Gondel Kedungtuban sudah efektif dalam menggunakan rubuha. Itu hanya sedikit cara, hari ini kita akan diskusikan lebih lanjut bagaimana untuk pengendalian hama tikus yang terbaik di kabupaten Blora,” pungkas Kapolres.

BACA JUGA :  POLRES BLORA TEGASKAN NETRALITAS DALAM PEMILU 2019

Hal senada juga disampaikan Bupati Blora, Arief Rohman mendukung langkah yang sudah diambil oleh Kapolres Blora. Bahkan ia mengapresiasi langkah Kapolres baru beberapa hari di Blora langsung tancap gas di lapangan. Bupati prihatin ketika ada kabar orang meninggal karena jebakan tikus beraliran listrik.

“Bapak Kapolres mengajak kita untuk kembali ke alam dengan cara menggunakan sistem rubuha. Untuk itu nanti kita diskusikan penggunaan dana desa untuk pengendalian hama tikus sawah, khususnya untuk pengadaan rubuha,” terang Bupati Blora.

BACA JUGA :  SELAMAT TINGGAL PUPUK KIMIA

Dalam FGD tersebut seluruh peserta dipersilahkan untuk menyampaikan usul, saran dan masukan demi menemukan solusi terbaik pengendalian hama tikus sawah.

Turut hadir Dandim 0721/Blora, Pejabat Utama Polres Blora, Kepala Dinas Pertanian Blora, Kepala PLN Blora serta Ketua Praja Agung Heri dan Forkopincam Cepu, Kradenan, Kedungtuban dan Randublatung dan perwakilan Kepala desa di empat kecamatan tersebut beserta perwakilan warga pengguna jebakan tikus. (Jam).