fbpx

BAHAGIA TIAP LIHAT ORANG TERSENYUM

Banyak cara untuk membahagiakan diri sendiri dan orang lain. Salah satunya dengan kegiatan Bakti Sosial (Baksos). Menurutnya berbagi dengan sesama dapat membuat hati tenang dan bahagia. Selain itu dipercaya menarik rizqi dan menambah umur.
Siti Lailatul Khusnia.

Banyak cara untuk membahagiakan diri sendiri dan orang lain. Salah satunya dengan kegiatan Bakti Sosial (Baksos). Menurutnya berbagi dengan sesama dapat membuat hati tenang dan bahagia. Selain itu dipercaya menarik rizqi dan menambah umur.

Hal ini dirasakan langsung oleh Siti Lailatul Khusnia. Saat liburan dan senggang, dia memilih menghabiskan waktu untuk berbagi kepada sesama. Caranya, dengan terjun rumah ke rumah. Mencari warga yang susah. Didatangi. Dibantu dan diberi motifasi untuk terus semangat. Selanjutnya diberi bantuan untuk sedikit meringankan beban mereka. Mulai Sembako, alat tulis, uang dan lainnya.

Perempuan kelahiran 2 Januari 1995 ini mengaku, sudah banyak kegiatan bakti sosial diikutinya. Mulai dari berbagai sembako, berbagi pendidikan alat-alat sekolah dan lainnya.

BACA JUGA :  AKSI ADI PEDULI ODGJ TAK TERURUS

“Intinya saya suka bergerak di bidang social, pendidikan dan lainnya. Sering juga jenguk orang sakit dan baksos kepada mereka,” imbuhnya.

Dengan terus berbagi mampu membuat dirinya bahagia. Selalu dekat dengan sang pencipta. Lebih mawas diri. Lebih semangat dan lebih peka terhadap kondisi social.

”Karena itu kebahagiaan sesungguhnya. Selain itu untuk piknik rohani. Bermanfaat, kita suka orang lain suka,” jelas perempuan yang akrab disapa Nia.

Ia mengaku, tiap kali berbagi, yang ia rasakan adalah kebahagiaan.

“Senang aja. Misalnya sebulan tidak berbagi, jadi kangen. Tidak ikut baksos rasanya rindu sekali. Sering ketagihan,” jelasnya.

BACA JUGA :  KARTU KELUARGA SEJAHTERA DILUNCURKAN

Menurutnya, baksos dilakukan tiap bulan sekali. Terkadang juga lebih. Kondisional. Pendanaan dari temen-temen donatur. Ada yang dari dalam kota bahkan luar kota.

“Dulu ada yang luar negeri juga. Orang Blora tapi dari luar negeri,” ucapnya.

Banyak manfaat yang dirasakan. Lebih bersyukur. Misalnya lagi susah ternyata kita masih bahagia dan di atas mereka (masyarakat bawah).

“Kita bersyukur dengan kondisi kita saat ini. Bisa di atas mereka. Ternyata masih banyak yang susah,” terangnya.

Selama ini, pernah juga satu bulan tidak ada kegiatan. Karena bulan sebelumnya sudah banyak kegiatan. Untuk menentukan siapa yang perlu dibantu, biasanya dari informasi dari masyarakat, media online dan lainya. Selanjutnya dipastikan dengan datang langsung ke rumah.

BACA JUGA :  NJOMPLANG! 47% PEKERJA DI BLORA BERPROFESI SEBAGAI PETANI, NAMUN JUMLAH IRIGASI MASIH RENDAH

“Kita datang sekalian bawa sembako,” imbuhnya.

Dia berharap, dengan aksinya ini banyak orang yang sadar untuk terus berbagi dan terus menanamkan kebaikan. Melek dengan kondisi sekeliling rumah, tetangga dan saudara-saudaranya.

“Kita terjun di desa inginnya dari karang taruna bisa melanjutkan. Kita memberi contoh dan tidak berhenti sekadar memberi bantuan. Kadang kita juga merangkul karangtaruna biar ke depan membuat sendiri,” ucap anak pertama dari pasangan Sarbi dan Siti Hindun. (Sub).