fbpx

BEGINI PROGRES PEMBANGUNAN GEDUNG RADIOLOGI DAN LABORATORIUM RSUD

  • Bagikan
Arief rohman, bupati Blora sedang mengecek pbangunan RSUD.

Blora – Kepala Bidang Penunjang RSUD, drg. Willys Yuniarti, selaku PPKom memaparkan progress pembangunan gedung radiologi dan laboratorium yang baru selesai tahap pemancangan di 136 titik.

Proyek pembangunan Gedung Radiologi dan Laboratorium Kesehatan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus APBN 2021 melalui Kementerian Kesehatan kepada RSUD Blora. Nilai kontrak sebesar Rp 23,19 miliar dengan pelaksana KSO PT. Cihko Karya Pratama dan PT. Chimarder 777 K50, dan masa kontrak hingga pertengahan Desember 2021.

“Untuk progres pembangunan gedung radiologi dan laboratorium, awalnya kami ada sedikit kendala dengan kontraktor tapi syukur Alhamdulillah sudah terselesaikan. Dan saat ini tahap pemancangan 136 titik sudah terselesaikan. Selanjutnya, kami mohon bimbingan dan arahan dari Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati,” ucap Willys saat rapat koordinasi refocussing anggaran dan pemaparan progres pembangunan gedung radiologi dan laboratorium kesehatan di Aula RSUD Blora, Senin (26/07). 

Menanggapi itu, Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan arahan agar pihak RSUD dan kontraktor bisa menjalin komunikasi yang baik sehingga proyek pembangunan gedung yang bersumber anggaran DAK Pusat ini dapat berjalan dengan lancar.

“Kami ucapkan terimakasih kepada Kementerian Kesehatan yang telah memberikan bantuan pembangunan gedung ini. Pesan saya, selain kita fokus penanganan Covid-19, namun pembangunan ini juga harus tetap jalan on the track. Tolong Pak Direktur dan kontraktor meningkatkan komunikasi sehingga kendala-kendala di lapangan dapat terselesaikan. Karena proyek ini menggunakan anggaran DAK dari Pusat (APBN). Semoga lancar dan bisa untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ucapnya. 

Arief mengatakan karena lokasinya mepet, dibangun menjadi 4 lantai, maka keselamatan pekerja juga harus diutamakan dan memaksimalkan potensi pekerja lokal.  Dan  meminta agar seluruh pekerja proyek divaksin, jika ada yang belum tervaksin untuk meminimalisir penularan virus Covid-19.

“Selama proses pembangunan pasti akan mengganggu lingkungan. Kami mohon maaf kepada pihak gereja dan pasien lainnya. Kami minta agar pelaksana proyek tetap menjunjung tinggi sosial lingkungan. Gandeng Polres dan Kejaksaan Negeri untuk ikut mengawal pelaksanaannya agar tidak ada penyelewengan,” pungkasnya. (Spt)

 

  • Bagikan