fbpx

BISNIS GERABAH DIJADIKAN WISATA EDUKASI

Galeri Gerabah Sani Pottery Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang selain bisa membeli produk juga digunakan sebagai edukasi wisata. Usaha itu dimiliki oleh Markoni, ia mempromosikan produksinya di Lapak Ganjar, dirasa jangkauan pangsa pasar lebih luas.
Galeri Gerabah Sani Pottery.

Magelang, BLORANEWS – Galeri Gerabah Sani Pottery Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang selain bisa membeli produk juga digunakan sebagai edukasi wisata. Usaha itu dimiliki oleh Markoni, ia mempromosikan produksinya di Lapak Ganjar, dirasa jangkauan pangsa pasar lebih luas.

“Galari ini sebagai tempat kerajinan berbahan baku tanah liat. Selain itu juga edukasi wisata. Jadi yang datang selain membeli hasil produksi juga bisa mempraktekkan teknik membuat gerabah secara tradisional,” ucapnya, Sabtu (28/5).

BACA JUGA :  NYAMBUNG ROSO, TULARKAN VIRUS KREASI

Usahanya dirintis sejak lama, namun baru buat galeri pada tahu 2021. Dia sangat terbantu dengan adanya Lapak Ganjar yang menaikkan pengunjung maupun pembeli hingga 300 persen.

“Alhamdulillah senang ikut Lapak Ganjar, efeknya terasa. Kami optimis karena followernya sudah jutaan dan kita tidak usah repot lagi. Istilahnya promosi gratis tidak mengeluarkan apa-apa,” jelasnya.

BACA JUGA :  PUSARAN EKONOMI TUK BUNTUNG

Galerinya dikunjungi dari berbagai kota dan manca negara. Diantaranya Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dan Surabaya. Untuk mancanegara ada yang dari Prancis. Gerabah produksinya juga banyak diminati oleh pengusaha restoran dan rumah makan.

“Saya senang dengan membuat kerajinan dari tanah liat. Ini pengalaman pertama saya. Ini tadi bikin tempat lilin, hanya butuh waktu lima menit. Tapi pengeringannya maksimal satu minggu. Nanti dikirim ke Jakarta kalau sudah jadi,” ungkap Kanaya, wisatawan asal Jakarta. (Jam).

BACA JUGA :  TUNJUNGAN, SATU DESA DENGAN TIGA TEMPAT WISATA