BLORA THE SPIRIT OF INDONESIA?

Slogan hari Jadi Blora tahun lalu berbunyi “Blora Jiwa Nusantara”. Tahun ini, di hari jadi yang ke 270, mempunyai tema “Blora The Spirit of Indonesia”. Slogan tahun lalu atau tahun ini sama, hanya dengan bahasa berbeda, dan sepertinya menjadi sebuah penegasan tema tahun lalu. Cukup singkat memang, terdiri dari tiga kata, sederhana tetapi penuh makna.

 

Logo Hari Jadi Blora ke- 270

Logo Hari Jadi Blora ke- 270

 

Lalu saya menanyakan apa maksud dari slogan itu kepada orang-orang Blora, baik Dinas maupun umum. Anehnya, saya tak kunjung mendapatkan jawaban pasti, kecuali sebuah kesimpulan canggung; ini hanyalah slogan. Dan slogan tak perlu diterjemahkan secara detail, ini seolah hanya perlu untuk diamini.

Jika itu memang slogan, tidakkah punya esensi? Artinya, seberapa kuat keinginan orang Blora, atau minimal pembuat slogan, untuk mewujutkan “doa-doa” itu, bukan hanya sekedar mengkultuskan. Atau, seberapa jelas Blora memiliki bahan baku, catatan-catatan, atau minimal mitologi, tentang “jiwa” sebuah wilayah kesatuan terbesar ribuan pulau bernama Nusantara. Slogan bukan sesuatu yang mustahil. Slogan ini bukanlah “Nusantara Jiwa Blora” atau Inggris-nya “Indonesia the spirit of Blora”, yang akan lebih mudah diartikan sebagai; keanekaragaman Nusantara adalah semangat Blora untuk membangun. Bukan juga, semisal, slogan “Blora Jiwa Barongan”, yang cenderung mudah diterjemahkan sebagai; semangat Barongan di penjuru Blora. Bahwa ini adalah “Blora Jiwa Nusantara”, sehingga dengan ini kita harus berpikir, jika slogan itu menjadi kenyataan, Blora akan menjadi semangat atau spirit sebuah tubuh besar Nusantara. Yang pada gilirannya, setiap gerak langkah Nusantara-lah yang harus menyesuaikan, mengikuti Blora??

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Comments are closed.