fbpx

CEGAH PMK MASUK, BLORA SIAPKAN 8 POS PANTAU

Untuk mengantisipasi dan mencegah masuknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Blora, Pemkab menyiapkan 8 pos pantau. Mulai di Kunduran, Kradenan, Cepu, Sorogo Cepu, Todanan, Ngampel Blora, Pasar Hewan Blora, Randublatung.
drh. Asngadi, Subkor kesehatan hewan DP4.

Blora, BLORANEWS – Untuk mengantisipasi dan mencegah masuknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Blora, Pemkab menyiapkan 8 pos pantau. Mulai di Kunduran, Kradenan, Cepu, Sorogo Cepu, Todanan, Ngampel Blora, Pasar Hewan Blora, Randublatung.

Delapan pos pantau itu disiapkan untuk melakukan pengawasan. Untuk setiap kendaraan pengangkut ternak nantinya disemprot disinfektan oleh petugas yang ada di masing-masing pos pantau.

BACA JUGA :  TIGA KECAMATAN DI BLORA TERDETEKSI VIRUS PMK

“Petugas setiap hari berjaga disana,” terang drh. Asngadi, Subkor kesehatan hewan DP4.

Ada beberapa gejala atau ciri-ciri hewan yang terserang PMK. Mulai kepincangan, air liur berlebih atau berbusa, pembengkakan kelenjar submandibular, lepuh di sekitar mulut, lidah, gusi, nostril, kulit sekitar teracak, dan putting. Kemudian hewan terlihat lemah, sering berbaring, demam hingga 41 derajat Celcius.

BACA JUGA :  BLORA TERIMA 11 RIBU VAKSIN PMK

“Jika ada gejala seperti itu, ternaknya jangan dijual tapi langsung laporkan ke DP4. Kami akan langsung turun untuk menindaklanjutinya,” tegasnya.

Asngadi menambahkan, PMK ini sebenarnya bukan wabah baru. Tahun 83-an dulu sudah pernah terjadi di Blora. Saat saya masih sekolah.

“Semoga ini nanti tidak sampai masuk Blora lagi,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu peternak sapi, Tekad mengaku tidak ingin PMK ini masuk Blora. Untuk itu dia rutin membersihkan kandang.

BACA JUGA :  BLORA BEBAS DARI PEMUSNAHAN SAPI PMK

“Sampai sekarang semuanya dalma kondisi sehat. Bebas dari PMK. Semoga tidak terjadi disini,” jelasnya.

Menurutnya, pihaknya selalu memperhatikan kebersihan kandang. Mengoptimalkan gizi makanan sapi.

“Jika sapinya sehat, Insya Allah tidak mudah kena virus,” ujar Tekad yang mulai beternak sapi sejak 2016 ini. (sub)