fbpx

FURNITURE BLORA KUALITAS EKSPOR

Siapa sangka furniture asal Blora bisa berkualitas ekspor. Kerajinan kayu di wilayah Desa Tempellemahbang ini mulai bangkit setelah dibantai pandemi covid 19. Produk buatannya bernilai tinggi, bisa mengekspor sampai Korea.
Melihat produksi kerajinan kayu.

Jepon, BLORANEWS – Siapa sangka furniture asal Blora bisa berkualitas ekspor. Kerajinan kayu di wilayah Desa Tempellemahbang ini mulai bangkit setelah dibantai pandemi covid 19. Produk buatannya bernilai tinggi, bisa mengekspor sampai Korea.

Salah satu pemilik industri kayu dan mebel, Roisah (45) mengatakan bahwa kerajinan yang ia miliki memanfaatkan limbah kayu jati maupun kayu lainnya. Hasil produksi mampu mengekspor hingga 12 kontainer dalam setahun.

BACA JUGA :  HARI POHON SEDUNIA 2019, MEMBUKA CATATAN PEMBALAKAN LIAR DI BLORA

“Ya bisa di dibilang sebulan satu kontainer untuk diekspor. Kayu jenis apa aja bisa masuk, memang memanfaatkan limbah, karena yang kayu besar besar jarang laku, mereka (warga luar indonesia) lebih suka yang kecil,” terangnya, Kamis (25/8).

Hasil produksi cukup banyak jenis dan variannya. Diantaranya ayunan, kisprai, tatakan bunga, meja hingga kursi. Kerajinan kayu lainnya juga diproduksi sesuai pesanan. Harga kerajinan kayu menyesuaikan dengan biaya produksi dan tingkat kerumitan. Harga untuk di Indonesia berbeda dengan ekspor.

BACA JUGA :  PANDEMI BELUM USAI, PEDAGANG KERAJINAN JATI MENGELUH

“Ya sesuai pesanan, untuk saat ini ekspor yang dilakukan baru di Korea belum di negara lain. Harga kalau disini 500 ribu sampai sana bisa satu juta, bahkan bisa lebih tergantung kualitas,” ucapnya.

Roisah mengaku saat ini tidak ada kendala yang berarti dalam menjalankan bisnisnya itu, baik dari bahan baku maupun segi lainnya. Ia memiliki kurang lebih 20 karyawan yang merupakan warga desa setempat dan sekitarnya. (Ads).

BACA JUGA :  BISNIS GERABAH DIJADIKAN WISATA EDUKASI