fbpx

GANJAR SOROTI KASUS SEKSUAL DI JATENG

Disampaikannya usai menjadi narasumber pada acara "Ngobrol Penak Sareng Mas Ganjar" dalam rangka memperingati Hari Ibu di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis (16/12/2021).
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Semarang – Akhir-akhir ini banyak muncul berita kekerasan seksual dan perundungan terjadi di tempat sekolah, mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menginstruksikan semua dinas terkait untuk mengambil langkah menyelesaikan hal demikian. Menurutnya ini merupakan masalah yang serius, termasuk kekerasan seksual dilakukan guru di Cilacap.

“Kemarin saya minta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, kerja kita nampaknya harus lebih keras lagi. Dinas pendidikan saya minta kumpulkan semua guru dan kepala sekolah, nggak boleh ada lagi cerita seperti ini,” ucapnya.

BACA JUGA :  DAWIS PKK SENDANGHARJO IKUT SOSIALISASI PENTINGNYA VAKSIN

Disampaikannya usai menjadi narasumber pada acara “Ngobrol Penak Sareng Mas Ganjar” dalam rangka memperingati Hari Ibu di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis (16/12/2021).

“Kalau perlu pasang CCTV di sekolah-sekolah itu. Kalau tidak kita akan kecolongan bahkan di tempat yang seharusnya anak merasa nyaman pun itu menjadi tempat yang berbahaya,” tambahnya.

BACA JUGA :  380 MAHASISWA BARU STEM AKAMIGAS DIKUKUHKAN

Perwakilan ibu-ibu dari Kendal, Sulyati dan dari pendamping perempuan pekerja informal, Rima Astuti bercerita dalam dialog tersebut. Sulyani mengatakan bahwa ada daerahnya kesulitan untuk mengakses fasilitas dan lain-lain karena terpisah dengan sungai sehingga harus pakai perahu.

“Saya itu tidak punya fasilitas kesehatan yang baik maka banyak orang melahirkan dalam perjalanan, di transportasi seadanya begitu, mungkin perlu juga dibuat jembatan. Tadi kalau tidak salah di Kendal. Untuk yang seperti ini langsung saya minta dinas untuk menindaklanjuti,” kata Sulyati.

BACA JUGA :  PESAN DANDIM 0721 BLORA DALAM RANGKA HARI IBU KE- 89

“Mereka yang kerja di rumah kesulitan untuk mengakses BPJS. Tentu saja fasilitas dari pemerintah menjadi penting. Saya kira dalam trend politik ke depan isu terkait perempuan dan anak ini perlu mendapatkan perhatian serius,” keluh Risma. (jam).