fbpx

INI PARA ‘GUS’ DI PARLEMEN BLORA 2019-2024

  • Bagikan
Para ‘Gus’ yang duduk di kursi DPRD Blora 2019-2024, Muhammad Ahmad Faishol (kiri) dan Ahmad Labib Hilmy
Para ‘Gus’ yang duduk di kursi DPRD Blora 2019-2024, Muhammad Ahmad Faishol (kiri) dan Ahmad Labib Hilmy

Blora- Komposisi parlemen Blora 2019-2024 diramaikan dengan munculnya para ‘Gus’ yang tampil sebagai wakil rakyat. Ada 3 putra kyai yang berkomitmen memperjuangkan spirit pesantren melalui jalur legislatif.

 

Para ‘Gus’ yang duduk di kursi DPRD Blora 2019-2024, Muhammad Ahmad Faishol (kiri) dan Ahmad Labib Hilmy
Para ‘Gus’ yang duduk di kursi DPRD Blora 2019-2024, Muhammad Ahmad Faishol (kiri) dan Ahmad Labib Hilmy

 

Ketiga Gus tersebut, berasal dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yaitu MA Faishol, dan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yakni Ahmad Labib Hilmy dan M Muhlisin. Ketiganya mewarisi darah biru pendiri pesantren dan ulama Blora, Selasa (27/08).

Sebagai informasi, MA Faishol merupakan putra pendiri Pondok Pesantren Al Hikmah Ngadipurwo Blora Kota, yang juga menantu politisi PPP kawakan kaliber nasional, almarhum KH Achmad Thoifur (PP Al Hamidiyah Lasem, Rembang).

Sementara, Ahmad Labib Hilmy merupakan putra dari Ketua MUI Blora yang juga pengasuh Pesantren Khozinatul Ulum. Politisi PKB ini juga merupakan alumni Pondok Pesantren Al Anwar Sarang Rembang dan memperdalam studi keislaman hingga ke Hadramaut, Yaman.

Sedangkan M Muhlisin, adalah putra mursyid tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah, almarhum KH Mustofa Nahrowi dan juga adik dari pengasuh Pesantren Darul Mustofa Talokwohmojo Ngawen, Blora, KH Labib MF Mustofa.

Perjuangan Pesantren, Perjuangan Lintas Partai

Usai pengucapan sumpah janji anggota DPRD Blora, MA Faishol menegaskan dirinya siap bersinergi dengan anggota DPRD lainnya untuk memperjuangkan kemajuan pesantren di Blora. Menurutnya, perbedaan partai bukanlah hambatan untuk memperjuangkan hal tersebut.

“Kita, nantinya akan bersinergi untuk isu-isu pesantren, keislaman, dan isu sosial secara umum. Alhamdulillah, sudah masuk ke parlemen bareng-bareng. Perbedaan partai tidak akan menjadi sekat,” ucap Faishol.

Pernyataan senada disampaikan Ahmad Labib Hilmy. Pengembangan pesantren dalam hal kemandirian dan penguatan ekonomi menjadi prioritasnya. Tak hanya itu, dirinya akan berjuang agar pesantren tetap unggul di bidang intelektual dan spiritual

“Fokusnya, memaksimalkan potensi pesantren untuk meningkatkan kemandirian. Kemandirian dalam perekonomian maupun dalam kelembagaan,” katanya.

Tak berbeda jauh dengan harapan Faishol dan Labib, Muhlisin menilai sudah saatnya pesantren muncul sebagai solusi bagi berbagai permasalahan di daerah, utamanya di sektor pendidikan. Dirinya juga akan terus menguatkan hubungan antara legislatif dengan ormas keislaman.

“Kita memperjuangkan suara nahdliyin, dan akan meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan NU. Sudah saatnya, pendidikan pesantren menjadi solusi bagi generasi penerus bangsa,” harapnya. (spt)

  • Bagikan