fbpx

INOVATIF, PETANI ORGANIK KEMBANGKAN VARIETAS BARU BIBIT PADI

Petani di Klaten kembangkan padi organik dengan varietas baru bibit jenis Srinuk. Varietas tersebut merupakan hasil rekayasa genetik benih padi Rojolele yang merupakan hasil kerjasama antara Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dengan Pemkab Klaten.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Klaten, BLORANEWS – Petani di Klaten kembangkan padi organik dengan varietas baru bibit jenis Srinuk. Varietas tersebut merupakan hasil rekayasa genetik benih padi Rojolele yang merupakan hasil kerjasama antara Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dengan Pemkab Klaten.

Ganjar yang sedang kunjungan kerja di Klaten menyempatkan diri menengok lahan yang ditanami padi Srinuk tersebut. Dalam kesempatan itu, ia mengaku siap mendukung upaya pemuliaan padi organik varietas Srinuk.

BACA JUGA :  ALTERNATIF KELANGKAAN PUPUK, ROJO KOYO MANUNGGAL KENALKAN PUPUK ORGANIK

“Butuhe opo, nek traktor ya ngko tak kei. Ini bagus. Akhir Juli panen nanti kita cek lagi,” ungkapnya, Senin (23/5).

Rencananya, padi Srinuk di Kecamatan Manisrenggo akan panen Bulan Juli mendatang. Ganjar akan turun lagi guna mengecek dan mengevaluasi hasil panennya.

Selain itu, Ganjar juga optimis pengembangan varietas baru bisa didorong untuk varietas tanaman selain padi. Terutama dengan bantuan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional.

BACA JUGA :  PANEN PADI ORGANIK LEBIH MELIMPAH

“Tanamannya tidak hanya padi tapi mungkin bisa kedelai yang mungkin masih kurang, optimalisasi dari lahan untuk meningkatkan produktivitas,” terangnya.

Sekedar diketahui, dalam sidang komisi hak Pelindungan Varietas Tanaman (PVT) pada Kamis (24/2/2022), Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPT) Kementerian Pertanian Republik Indonesia memutuskan varietas padi Rojolele Srinuk merupakan varietas hibrida dari padi khas Klaten, diterima hak PVT-nya. (Kin).

BACA JUGA :  BERTANI ORGANIK MISI SELAMATKAN LAHAN