fbpx

KEHIDUPAN SOSIAL AGAMA DI MASA PANDEMI COVID-19

  • Bagikan
KEHIDUPAN SOSIAL AGAMA DI MASA PANDEMI COVID-19
Bunayatul Afifah,

Coronavirus Disease (COVID-19) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus corona yang ditularkan antara hewan dan manusia. Virus corona ini mulai muncul di Kota Wuhan, Cina pada Desember 2019, dan telah ditetapkan oleh WHO sebagai suatu pandemic dunia. Covid-19 merupakan suatu wabah virus yang merambah seluruh dunia, baik negara miskin, berkembang dan bahkan negara maju. Dengan adanya wabah pandemi Covid- 19, tatanan kehidupan masyarakat banyak mengalami perubahan baik dari segi ekonomi, politik, sosial, dan keagamaan. 

 

KEHIDUPAN SOSIAL AGAMA DI MASA PANDEMI COVID-19
Bunayatul Afifah,

 

Kebersihan lingkungan dan kesehatan para masyarakat sangat mempengaruhi tatanan kehidupan lingkungan itu sendiri. Apabila suatu wilayah memiliki lingkungan yang tidak bersih, maka kemungkinan besar kesehatan dari masyarakatnya pun cenderung rendah. 

Penyakit Covid-19 mewabah di seluruh dunia, yang menjadikan tatanan sosial masyarakat semakin menurun. Sebelum adanya covid-19, masyarakat cenderung mudah bersosialisasi, berkumpul, mengobrol, dan melakukan kegiatan pribadi maupun kelompok secara mudah. Akan tetapi, setelah adanya wabah covid-19, masyarakat dihimbau untuk tidak saling berkumpul, saling menjaga jarak, selalu memakai masker, tidak saling berjabat tangan dan lain sebagainya. Dari berbagai kebijakan pemerintah tersebut, pasti akan membawa dampak positif serta negatif di kalangan masyarakat.

Dampak positif dari adanya wabah penyakit Covid-19 yaitu mempererat hubungan kekeluargaan. Hal itu dikarenakan sebelum adanya pandemic, banyak anggota keluarga yang merantau ataupun aktivitas lain di luar rumah yang menjadikan mereka jarang ada waktu untuk bisa berkumpul dengan keluarganya. 

Masing-masing kesibukan individu tersebut, membuat pertemuan mereka bisa hanya terjadi setahun sekali dan dalam waktu yang singkat, yaitu biasanya saat lebaran Idul Fitri. Akan tetapi dengan adanya wabah penyakit ini, banyak perusahaan yang mengalami pengurangan karyawan, penutupan sementara pabrik-pabrik yang menjadikan masyarakat kekurangan pekerjaan dan akhirnya pulang kerumah masing-masing. Dari kejadian tersebut, semua anggota keluarga bisa berkumpul, bisa meluangkan waktu bagi anak dan istri. Rumah yang biasanya sepi menjadi ramai, anak yang biasanya sekolah di luar kota sekarang menjadi sekolah dirumah, orang tua menjadi bisa mengawasi belajar anak-anaknya, anggota keluarga bisa sholat berjamaah didalam rumah. 

Selain di lingkungan keluarga, covid-19 juga berdampak besar bagi masyarakat. Banyak orang yang beranggapan bahwa bumi sudah tua, hal ini dikarenakan bumi sudah mulai mengamuk, bumi sering mengalami bencana seperti banjir, tsunami, gempa, gunung meletus, dan saat ini sedang terjadi pandemic di seluruh dunia. Dari berbagai kejadian tersebut, seharusnya menjadi tolok ukur bagi masyarakat agar senantiasa mendekatkan diri kepada sang pencipta yaitu Allah Swt, senantiasa memohon ampunan atas dosa-dosa, senantiasa meminta perlindungannya, dan menjauhi segala yang dilarangnya. Dikarenakan terjadi pandemic aktivitas pendekatan terhadap sang pencipta bisa dilakukan secara maksimal didalam rumah, seperti melakukan sholat berjamaah lima waktu bersama keluarga, melakukan semaan tadarusan, istri membantu pekerjaan suami, sedangkan sang anak membantu pekerjaan orang tuanya, semuanya dilakukan agar menambah pahala bagi semua anggota keluarga.

Selain berdampak positif, dengan adanya covid-19 juga berdampak negatif bagi kehidupan sosial keagamaan. Dengan adanya kebijakan pemerintah mengenai social distancing, banyak dari masyarakat yang mengalami kendala dalam melakukan aktivitas baik sekolah maupun kerja, dan banyak umat beragama yang dilarang beribadah di tempat ibadahnya. Kendala yang dialami oleh siswa ketika terjadi pandemic yaitu kurangnya pemahaman akan suatu materi pelajaran. Ketika sekolah offline, banyak dari siswa yang masih kurang memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru, apalagi dengan sekolah online, pasti lebih banyak dari siswa yang tidak memahami materi pelajaran. Sedangkan kendala bagi para pekerja yaitu dengan adanya pandemic, banyak pengurangan karyawan, pabrik-pabrik banyak yang tutup sehingga karyawan dipulangkan sementara waktu. Karena banyak karyawan yang kehilangan pekerjaannya, maka akan menambah tingkat pengangguran di Indonesia. Penambahan tingkat pengangguran di Indonesia, maka akan semakin meningkat pula tingkat kriminalitasnya. Hal itu dikarenakan banyak masyarakat yang menganggur akan tetapi mereka dituntut untuk bisa mencari nafkah untuk kehidupan sehari-hari. Cara yang mudah menurut mereka yaitu dengan melakukan pencurian, perampokan, maupun pembegalan.

Dilarangnya umat beragama untuk beribadah ditempat ibadahnya menjadikan masyarakat rindu akan rumah Allah SWT. Selain itu, hal-hal sunnah juga harus di tinggalkan seperti larangan bersalaman, larangan perkumpulan pengajian dan bahkan penundaan pemberangkatan haji. Banyak masyarakat yang menentang akan larangan bersalam-salaman. Bagi orang islam, kebiasan bersalaman mereka lakukan dengan niat saling memaafkan yang ditujukan agar saling melunturkan dosa-dosa diantara kedua belah pihak. 

Meskipun adanya pandemic Covid-19, kita jangan sampai lelah bahkan lalai untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah. Anggaplah segala ujian yang menimpa kita kali ini merupakan suatu cara agar kita semakin mengingatnya dan dekat kembali kepadanya. 

Tentang Penulis : Bunayatul Afifah, merupakan Mahasiswa UIN Walisongo Semarang, beralamat di Dukuh Banjarwaru Rt.07/01 Desa Sarimulyo Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora. 

 

  • Bagikan