KEMARAU PANJANG, 400 HEKTAR LAHAN PADI ALAMI PUSO

Blora- Para petani di Blora terancam tidak dapat menikmati hasil panen lantaran ratusan hektar lahan padi mengalami puso. Ditengarai, puso dipicu dari kemarau panjang sehingga pasokan air pertanian berkurang.

 

Pertanian padi di Blora mengalami puso lantaran kemarau panjang

Pertanian padi di Blora mengalami puso lantaran kemarau panjang

 

“Karena kemarau tahun ini lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan yang kita terima, ada 400 hektar lahan pertanian padi mengalami puso,” terang Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Blora, Reni Miharti, Jumat (04/10).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Bloranews.com, pada Juli lalu tercatat 321 hektar lahan padi mengalami puso.  Di sisi lain, luasan lahan pertanian yang berpotensi kekeringan mencapai 2148 hektar.

Jumlah tersebut lebih kecil dibanding dampak kemarau terhadap produktivitas pertanian di tahun 2018. Dimana, luasan lahan kekeringan pertanian mencapai 3512 hektar dengan luasan puso yang mencapai 561 hektar.

Menanggapi situasi ini, DPKP Blora telah melakukan sejumlah upaya antisipatif dengan meluncurkan posko mitigasi kekeringan. Tak hanya itu, langkah taktis dengan melaporkan situasi kekeringan di Blora ke kementerian terkait pun dilakukan.

“Kita sudah melaporkan kondisi lahan puso di Blora ke Kementerian Pertanian RI. Para petani yang terdampak puso tersebut telah mendapatkan bantuan benih padi,” pungkas Reni. (jyk)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Comments are closed.