fbpx

KEMARAU TIBA, ANCAMAN KEKERINGAN DAN KEBAKARAN DI DEPAN MATA

Foto Ilustrasi : Kekeringan melanda 146 desa di 14 Kecamatan se- Kabupaten Blora.

Blora Memasuki musim kemarau, ancaman kekeringan dan kebakaran semakin terasa. Dalam sepekan ini, sebanyak 14 Kecamatan serta 145 desa telah mengajukan usulan bantuan air bersih. Tak hanya itu, dalam dua hari terakhir juga terjadi dua kali kebakaran di dua lokasi yang berbeda.

 

Ilustrasi : Kekeringan 

 

Dari 16 Kecamatan yang ada di Blora, hanya Kecamatan Todanan dan Kradenan yang tidak mengusulkan bantuan air bersih, karena memiliki cadangan air yang cukup untuk menghadapi musim kemarau tahun ini.

Sedangkan kebakaran terjadi di ladang tebu Desa Jomblang Jepon, Selasa (25/06), dan gudang jerami di Desa Talokwohmojo Ngawen, Rabu (26/06). Kerugian akibat dua peristiwa ini ditaksir mencapai hampir Rp 50 juta. Meski demikian, tidak ada korban jiwa hingga saat ini.

 

Baca : 2 HEKTAR LADANG TEBU DILALAP API

Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi mengaku, kekeringan dan kebakaran di musim kemarau terjadi di tiap tahun. Pihaknya juga telah memerintahkan lembaga teknis terkait untuk mempersiapkan diri menghadapi ancaman musim kemarau.

 

Baca: KORSLETING, GUDANG JERAMI DILALAP JAGO MERAH

“Untuk Untuk antisipasi kekeringan sudah kita siapkan, karena kondisi ini selalu berulang setiap tahun. BPBD sudah pernah mengkoordinasikan melalui apel kesiapsiagaan dengan melibatkan elemen masyarakat, dan untuk anggarannya juga sudah disiapkan,” terang Komang.

Terkait pencegahan kebakaran, Satpol PP dan BPBD Kabupaten Blora telah melaksanakan sejumlah langkah antisipatif di lapangan. Baik itu dengan menyampaikan himbauan, atau dengan mengadakan pelatihan pemadaman api.

“Langkah pencegahan telah kita lakukan. Melalui bidang Linmas, kita mengadakan pelatihan dan pemadaman kebakaran,” kata Kepala Satpol PP Blora, Djoko Sulistyono.

Di sisi lain, tahun lalu sejumlah kasus kebakaran yang dipicu dari pembakaran bediang (pengasapan, penghalau nyamuk untuk ternak) juga menjadi perhatian lembaga teknis terkait. Dihimbau, warga memperhatikan hal ini sehingga peristiwa tahun lalu tidak terulang kembali.

“Jangan membakar sampah sembarangan, baik itu di rumah, sisa limbah yang ada di sawah maupun pekarangan. Bagi yang memiliki ternak, hati-hati saat menyalakan bediang,” himbau Kepala Pelaksana BPBD Blora, Sunanto. (jay)