fbpx

KEPALA DP4 BLORA: STOK BERAS DI BLORA AMAN

Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Gundala Wejasena memaparkan bahwa ketersediaan gabah maupun beras di Blora dalam kondisi aman. Hal itu diungkapkan saat menerima kunjungan kerja Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Prihasto Setyanto di Blora, Selasa (8/11).
Kanan memegang microphone: Kepala DP4 Blora Gundala Wejasena saat menyampaikan pidato dalam kunjungan yang dilakukan Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Prihasto Setyanto di Kabupaten Blora.

Blora, BLORANEWS – Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Gundala Wejasena memaparkan bahwa ketersediaan gabah maupun beras di Blora dalam kondisi aman. Hal itu diungkapkan saat menerima kunjungan kerja Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Prihasto Setyanto di Blora, Selasa (8/11).

“Bapak Dirjen ditugasi Bapak Menteri untuk memantau kondisi stok beras dan gabah di Blora, Alhamdulillah, keberadaan gabah atau beras di Kabupaten Blora ini cukup,” ungkapnya.

BACA JUGA :  10.988 PETANI JEPON TELAH MENDAPATKAN KARTU TANI

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Holtikultura Kementan disambut langsung oleh Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati bersama dengan Kepala DP4 Blora Gundala Wejasena.

Dirjen menyampaikan, pihaknya di instruksikan langsung oleh Menteri Pertanian untuk meninjau ketersediaan beras di Kabupaten Blora. Sebelumnya ia juga telah melakukan kunjungan ke berbagai daerah lain seperti Kabupaten Pati dan Rembang.

BACA JUGA :  BINAAN BKD JATENG, DESA DI PEMALANG INI JADI EDUWISATA SAWAH

“Saya kemarin dari Pati dari Rembang semuanya surplus, ketahanan pangan cukup stabil,” paparnya.

Dijelaskan, Berdasarkan data sampai Oktober kemarin, ada kelebihan beras 6,6 juta ton secara nasional. Dari struktur tersebut 49,3 persen ada pada rumah tangga, 21,7 persen ada di penggilingan, 12,5 persen ada di pedagang, 10 persen ada di bulog, 5 persen di hotel, restoran dan catering, 0,7 persen ada di pasar induk beras.

BACA JUGA :  MASUK MUSIM HUJAN, PETANI BERSIAP TANAM JAGUNG

“kekuatan kita sebetulnya ada di rumah tangga, memang inilah yang kita ingin melihat, jadi kemarin beberapa desa kita masukin, rumah di desa yang kategori miskin begitu masuk mereka punya gabah, ternyata kekuatan kita disitu,” terangnya. (*)