fbpx

KPH BLORA KEMBANGKAN DURIAN BAWOR DI BKPH NGLAWUNGAN

  • Bagikan
KPH BLORA KEMBANGKAN DURIAN BAWOR DI BKPH NGLAWUNGAN
Petugas tanam di BKPH Nglawungan sedang menanam bibit Durian Bawor. Foto : Bloranews

Blora – KPH Blora mengembangkan Durian Bawor sebagai komoditas unggulan agrowisata. Pengembangan varietas Durian Bawor ini dilakukan di BKPH Ngalwungan. Varietas ini memiliki sejumlah keunggulan, selain dari buahnya juga dari fungsi pohonnya untuk mencegah longsor dan mempertahankan cadangan air tanah. Pemilihan lokasi tanam yang berada dekat dengan Obyek Wisata Waduk Greneng bertujuan untuk melengkapi pesona wisata Greneng yang kini tengah naik daun.

 

KPH BLORA KEMBANGKAN DURIAN BAWOR DI BKPH NGLAWUNGAN
Petugas tanam di BKPH Nglawungan sedang menanam bibit Durian Bawor. Foto : Bloranews

 

Rukman Supriatna, Administratur KPH Blora menjelaskan berbagai keunggulan varietas Durian Bawor ini.

“Durian Bawor ini hanya akan ditanam di BKPH Nglawungan. Sedangkan pengembangan tanaman buah di BKPH lain akan difokuskan pada tanaman mangga. Durian Bawor di BKPH Nglawungan ini ditanam dengan menggunakan metode lima kaki, yaitu lima batang bibit durian digabungkan menjadi satu pohon sehingga kuat dan tidak mudah roboh. Tanaman ini sangat bagus untuk mencegah banjir maupun longsor karena memiliki akar tunggang yang kuat. Ukuran buahnya cukup besar dan rasanya manis dengan daging yang tebal dan tekstur yang lembut” jelas Rukman, Rabu (07/06)

Rukman juga menambahkan, supaya masyarakat sekitar dapat terlibat maka pemeliharaan tanaman Durian Bawor ini akan dilakukan bersama dengan LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) setempat.

Sementara itu, enam BKPH dipersiapkan untuk pengembangan tanaman mangga. Enam BKPH tersebut meliputi BKPH Ngapus, BKPH Kalonan, BKPH Ngawenombo, BKPH Kalisari dan BKPH Ngarangang.

KPH Blora erharap dengan dikembangkannya berbagai varietas tanaman buah dapat menunjang keberadaan sejumlah tempat wisata di Blora yang berada di kawasan hutan, sehingga perekonomian masyarakat setempat juga akan meningkat.

Reporter : Jacko Priyanto

banner 120x500
  • Bagikan