LAGI, WARGA BLORA SELATAN ‘SAMBAT’ JALAN RUSAK

Jati- Ketimpangan pembangunan antara pusat kota dengan desa pelosok di Blora benar-benar dirasakan masyarakat. Salah satu ketimpangan pembangunan yang dirasakan masyarakat adalah infrastruktur jalan.

Dalam reses anggota DPRD Blora, Yuyus Waluyo yang berlangsung di rumah Kepala Desa (Kades) Bangkleyan Kecamatan Jati, masyarakat mengeluhkan hal ini. Kondisi ruas jalan antara pusat Kecamatan Jati di Doplang menuju Bangkleyan menjadi salah satu keluhan warga, Senin (18/11).

 

Jalan penghubung antara Dusun Mundu menuju Dusun Bangkleyan di Desa Bangkleyan Kecamatan Jati Kabupaten Blora

Jalan penghubung antara Dusun Mundu menuju Dusun Bangkleyan di Desa Bangkleyan Kecamatan Jati Kabupaten Blora

 

Tak hanya itu, Kades Bangkleyan, Mulyono juga menyebutkan, di desanya terdapat 12 dusun yang jalan penghubungnya masih berupa jalan grosok. Pembangunan menyeluruh di ruas jalan yang ada, tak akan mampu dituntaskan jika hanya mengandalkan dana desa (DD).

Sebagai informasi, Desa Bangkleyan terletak di sebelah selatan Kecamatan Jati dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Kondisi jalan antar provinsi, Jateng-Jatim juga tak lebih baik.

Suara senada disampaikan para mahasiswa KKN STAI Al Muhammad yang tengah bertugas di desa tersebut. Mereka menilai, perhatian pemerintah terhadap infrastruktur di Blora Selatan tidak sebanding dengan kontribusi Blora Selatan untuk Kabupaten Blora.

“Padahal, Kecamatan Jati ini termasuk salah satu penyokong Blora menjadi lumbung pangan. Tapi, pembangunannya sangat minim,” kata mahasiswa STAI Al Muhammad, Winarko.

Tak hanya soal jalan rusak, pembangunan Pasar Rakyat di kawasan ini juga menjadi impian warga yang tak kunjung menjadi kenyataan. Warga mengaku, Desa Bangkleyan memiliki banyak komoditas unggulan namun pemasarannya terhambat.

Menanggapi hal ini, Yuyus Waluyo memastikan akan membahas keluhan warga Bangkleyan di forum DPRD Blora. Di sisi lain, dirinya mengajak warga dan pemerintah desa untuk bersama memajukan desa tengah hutan tersebut.

“Aspirasi bapak, ibu, mahasiswa akan kami usahakan untuk terrealisasi di tahun 2020 nanti. Monggo, kita bareng-bareng membangun Bangkleyan,” ujarnya. (jml)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan