fbpx

LANGKA! NIKAHAN DENGAN HIBURAN JEDORAN

"Jedoran ini sudah hampir punah, mas. Saya sedih kalau nanti meninggal tidak ada yang nguri-uri. Mencari generasi sekarang sangat sulit. Mudah-mudahan akan tetap ada generasinya," harapnya.
Jedoran dalam acara pernikahan di Desa Trembulrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.

Ngawen – Para personil Jedoran tampil semangat dan memukau saat acara pernikahan di Desa, Trembulrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Minggu (23/01) malam.

Ketua Grub Jedoran, Khomsin (64) membeberkan tentang lagu yang dibawakan oleh para personilnya, juga beberapa istilah dalam memainkan musik jedoran.

“Untuk lagu yang kita bawakan tadi ada banyak, tadi itu Allahumasa, Ringin Kurung, Semarangan, Ijo-ijo, Caping Gunung, Ilahilas, Allah Ngawallah dan lain-lain. Di dalam memainkan jedoran ada istilah misani, mindoni dan neloni,” bebernya.

BACA JUGA :  PEDANGDUT ASAL BLORA, YENI INKA INGIN DUET SAMA JUDIKA

Sebenarnya Grub Jedoran tersebut sebanyak 12 personil, namun ada satu yang izin sebab sakit. Khomsin berharap, musik tradisional yang hampr punah tersebut dapat berkembang dan ada generasi selanjutnya.

“Jedoran ini sudah hampir punah, mas. Saya sedih kalau nanti meninggal tidak ada yang nguri-uri. Mencari generasi sekarang sangat sulit. Mudah-mudahan akan tetap ada generasi penerusnya,” harapnya. (Jam).

BACA JUGA :  BUNTUT KERICUHAN PAGELARAN MUSIK DI TODANAN, SEMUA HIBURAN DIHENTIKAN