fbpx

MINYAK GORENG DI JATENG LANGKA DAN MAHAL

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Semarang – Minyak goreng di Jawa Tengah tergolong langka dan mahal harganya. Hal itu disampaikan pelaku UKM di Jateng kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

“Banyak sekali, ukm kemarin nanya, warga nanya, ‘kenapa pak minyak goreng di tempat saya masih langka’. Saya sudah komunikasi dengan pusat juga, dan sudah disiapkan jadwal-jadwalnya,” ujar Ganjar, Rabu (23/2).

BACA JUGA :  HARGA MINYAK JADI POLEMIK, BEGINI TANGGAPAN KADINDAGKOP BLORA

Ia juga mengatakan, kelangkaan minyak goreng telah berdampak pada psikologi masyarakat. Karenanya ia mengimbau agar tidak ada oknum yang menimbun minyak goreng di Jawa Tengah.

“Kepada warga karena situasinya tidak menguntungkan, belinya secukupnya dulu. Sehingga semua akan bisa mendapatkan minyak goreng,” ungkapnya.

Ganjar berharap, pemerintah pusat mengambil tindakan tegas terkait kewajiban DMO (Domestic Market Obligation) 20 persen yang harus dibagikan kepada masyarakat. Sehingga masalah minyak goreng dapat segera ditanggulangi.

BACA JUGA :  RAPAT KOORDINASI EVALUASI NATARU, GANJAR BERSYUKUR SEMUA TERKENDALI

“Kita lagi berada pada situasi yang tidak menguntungkan hari ini, maka pada pemerintah pusat saya harapkan betul untuk mengambil tindakan yang tegas sehingga DMO 20 persen yang mesti dibagi harus dibagi,” pungkasnya. (Kin).