fbpx

PETANI CABAI DI SIDOREJO JALIN KEMITRAAN

  • Bagikan
PETANI CABAI DI SIDOREJO JALIN KEMITRAAN
Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sidorejo, Agung Heri Susanto itu, dihadiri sejumlah perangkat desa, perwakilan BPD dan para petani yang bergabung dalam kelompok tani (poktan) dan gabungan poktan desa setempat. Foto : Bloranews

Kedungtuban, – Pemdes Sidorejo, Kedungtuban, Blora menggelar pertemuan dengan petani cabai untuk menjalin kemitraan dengan Owner produk ARW, Andi Restu Wibowo yang bekerjasama dengan PT Indofood. Selain itu, dengan Bank BRI dalam hal permodalan, menjelang musim tanam pada musim kemarau tahun ini, Senin (05/06/2017). 

Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sidorejo, Agung Heri Susanto itu, dihadiri sejumlah perangkat desa, perwakilan BPD dan para petani yang bergabung dalam kelompok tani (poktan) dan gabungan poktan desa setempat.

 

PETANI CABAI DI SIDOREJO JALIN KEMITRAAN
Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sidorejo, Agung Heri Susanto itu, dihadiri sejumlah perangkat desa, perwakilan BPD dan para petani yang bergabung dalam kelompok tani (poktan) dan gabungan poktan desa setempat. Foto : Bloranews

 

Menurutnya, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) pada padi sampai hari ini masih rendah, sehingga penghasilan petani juga rendah. Sehingga pihaknya merencanakan, selain tanaman pokok padi, petani diajak untuk memanfaatkan lahan dengan tanaman hortikultura yakni cabai yang saat ini harga jualnya lebih menjanjikan.

“Dengan lahan sempit, penghasilan petani harus bisa meningkat. Yaitu dengan pertanian hortikultura seperti cabai. Menggandeng konsultan dari ARW dalam proses penanaman hingga panen, permodalannya kita gandeng BRI dan pemasarannya akan dibeli PT Indofood. Jadi prosesnya jelas,” ujar Agung Heri dalam acara yang dimulai pukul 20.30 Wib itu.

Pihaknya menekankan, bahwasanya petani harus sudah berfikir bagaimana sektor pertanian dijalankan benar-benar untuk bisnis, jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal. “Kalau mengajukan pinjaman pada Bank untuk usaha cabai, ya harus serius dijalankan dan bukan untuk yang lain. Konsultannya juga sudah ada yang bekerjasama dengan perusahaan,” tandasnya.

Agung mengungkapkan, di desanya saat ini keberadaan Gapoktan, Koperasi, dan BUMDes juga sudah berjalan dengan baik, yang semuanya menjalankan unit usaha pertanian secara baik serta tanpa kendala yang berarti. “Di Koperasi kita, dari modal 100 juta, sekarang sudah berkembang 240 juta. Selama 4 tahun berjalan tidak ada yang macet, jadi pihak Bank tidak usah khawatir meminjamkan modal pada petani. Saya juga ikut menjadi penanggungjawabnya,” ungkapnya.

Ketua Paguyuban Kades Se Kabupaten Blora itu menghimbau agar petani untuk lebih serius dalam pilot project yang digagas, sehingga dapat mengurangi resiko selama pelaksanaan nantinya. “Silahkan nanti secara teknis bapak-ibu bisa konsultasi dengan Konsultan dan pihak bank. Saat ini data yang sudah masuk luas lahan yang akan ditanami cabai seluas 3 Hektar,” imbuhnya.

Sementara itu Owner ARW, Andi Restu Wibowo menjelaskan bahwa kegiatan itu sebagai langkah awal yang baik untuk petani cabai, sebelum memulai penanaman. Pihaknya sudah dipercaya oleh Indofood untuk mengerjakan pilot project budidaya cabai.

“Oleh Indofood kami ditargetkan per bulan bisa tanam 10 hektar cabai. Namun, karena di Sidorejo ini awal, 3 hektar sudah cukup. Harga beli dari perusahaan juga stabil, diangka 13.000 rupiah. Sedangkan jika dipasaran mengalami kenaikan akan diberikan tambahan insetif,” jelas Peraih medali emas tingkat nasional dalam kompetisi bisnis kewirausahaan pada tahun 2010 itu.

Tak hanya itu, Andi menekankan petani diharapkan bisa serentak dalam penanaman. Pihaknya juga mempersiapkan tim pendamping yang nantinya akan mendampingi petani agar memiliki perencanaan yang matang dari awal hingga panen.

“Jika ada penyakit pada cabai, harus ditangani dengan tepat. Sehingga tidak menghabiskan obat-obatan yang banyak. Padahal perusahaan tidak menerima cabai yang penyakitan,” ujar Alumnus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Selain cabai, kedepan ia berkeinginan untuk mengembangkan kerjasama tanaman hortikultura lainnya seperti bawang merah dan tomat.

Sedangkan Perwakilan Kantor BRI Cabang Cepu mengungkapkan bersedia menyediakan permodalan pada petani yang berkomitmen budidaya cabai. “Dengan luasan lahan sebesar 3 hektar, setelah dihitung plafon anggaran yang akan kami keluarkan sekitar 200 juta. Tapi ini akan kami perhitungkan kembali secara detail setelah konsultasi dengan pimpinan,” terang Petugas BRI Cabang Cepu Bidang Program dan Kemitraan, Komta.

Diakhir pertemuan, Kades Sidorejo menegaskan akan bertanggungjawab secara penuh dalam program tersebut, untuk kerjasama hingga permodalan. “Pilot project ini bisa jadi percontohan, saya jadi penanggungjawabnya,” pungkas Agung Heri Susanto.

Reporter : Ngatono

banner 120x500
  • Bagikan