fbpx

TINGGINYA SOLIDARITAS SOSIAL MASYARAKAT DESA

  • Bagikan
TINGGINYA SOLIDARITAS SOSIAL MASYARAKAT DESA
Nurul Hasanah

Pada dasarnya manusia terlahir seorang diri, namun seiring dengan berjalannya kehidupan, manusia membutuhkan adanya kehidupan sosial bermasyarakat. Sehingga manusia disebut sebagai makhluk sosial, yaitu  makhluk yang dalam kehidupannya tidak dapat terlepas dengan adanya pengaruh orang lain, dimana dalam kehidupan, manusia tidak dapat hidup secara individualis melainkan membutuhkan bantuan dari orang lain. 

 

TINGGINYA SOLIDARITAS SOSIAL MASYARAKAT DESA
Nurul Hasanah

 

Selain itu dalam diri manusia juga terdapat dorongan untuk berhubungan atau berinteraksi dengan orang lain serta terdapat kebutuhan sosial untuk hidup berkelompok.

Namun sudah menjadi kodratnya, manusia terlahir menjadi makhluk sosial yang senantiasa bergaul dan berhubungan satu dengan yang lainnya sehingga mampu terjalin sistem bantu-membantu, bahu-membahu, tolong-menolong, ataupun gotong royong yang dilakukan dalam rangka mengisi hidup serta kehidupan yang dilihat dari berbagai aspek. 

Manusia sebagai makhluk sosial akan senantiasa menjaga hubungan antar sesama manusia serta bersosialisasi yang pada dasarnya merupakan salah satu aspek dalam rangka penyesuaian diri terhadap lingkungan kehidupan sosial. Hubungan antar sesama manusia akan terjalin dan terjaga dengan baik jika terdapat kesediaan untuk sedikit mengesampingkan kepentingan individu demi terwujudnya kepentingan bersama atau kelompok sehingga dapat menciptakan adanya integrasi yang kokoh, kuat serta dapat mendorong untuk selalu bekerja sama yang produktif guna tercapainya tujuan bersama.

Dalam melakukan interaksi hingga dapat menghasilkan suatu keseimbangan antara kebutuhan dari sekelompok masyarakat dengan lingkungannya maka dibutuhkan adanya adaptasi atau penyesuaian terhadap lingkungan sekitar, sehingga dari kemampuan adaptasi tersebut mampu melahirkan suasana kekerabatan antar sesama sebagai wujud solidaritas sosial dalam kehidupan. 

Kita semua tau bahwa negara Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat solidaritas atau kebersamaan yang cukup kuat. Dimana tingginya tingkat kebersamaan tersebut sangat tercermin dalam kehidupan masyarakat salah satunya pada masyarakat desa sebab nuansa kebersamaan yang ada pada masyarakat desa masih sangatlah kental, hal itu dapat terlihat dari adanya gotong-royong serta kerja bakti yang masih sering dilakukan demi terciptanya hubungan kekerabatan yang erat. 

Budaya tersebut telah terbentuk pada warga masyarakat Desa Jetis Kaliwungu Kabupaten Semarang, dimana warga di desa tersebut saling guyup rukun, bahu membahu, serta melakukan gotong royong demi tercapainya suatu tujuan bersama. Salah satu kegiatan para masyarakat desa jetis tersebut yang mampu mencerminkan tingkat kekentalan solidaritas serta kebersamaan dalam hidup bermasyarakat yaitu ketika melakukan perbaikan akses jalan yang dilakukan pada tanggal 31 Maret dan 1 April 2021 kemarin, dimana dalam kegiatan tersebut semua masyarakat baik kalangan muda, tua, laki-laki, atau perempuan saling bekerja sama dalam membangun jalan tersebut. Meskipun gotong royong tersebut dilaksanakan di malam hari, namun tidaklah mengurangi semangat kebersamaan masyarakat tersebut. Hujan yang mengguyur dan udara dingin yang berhembus juga tidak mengurangi semangat kesolidaritasan mereka.

Sehingga hal tersebut sangat mencerminkan bahwa semangat gotong-royong dan tingkat solidaritas di desa Jetis tersebut masih sangatlah kental. Karena pada dasarnya gotong royong juga telah menjadi salah satu ciri khas dari warga desa. Tidak hanya dalam kegiatan pembenahan akses jalan saja, masyarakat Desa Jetis tersebut juga sering melakukan gotong-royong kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar. Karena sejak adanya corona atau sejak masa pademi ini masyarakat dituntut untuk bisa menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya, dengan tidak mengurangi semangat rasa kesolidaritasan, seluruh masyarakat desa tersebut melakukan aksi dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dimana tidak berkerumun, menjaga jarak satu sama lain, dan menggunakan masker. Tingginya kebersamaan sosial bermasyarakatpun tidak hanya berhenti pada kegiatan-kegiatan itu saja, melainkan masih banyak aksi masyarakat desa yang mencerminkan rasa kebersamaan dan kesolidan antar sesama. 

Sehingga dengan hal-hal yang telah dilakukan tersebut, manusia sebagai makhluk sosial tidak terlepas dari adanya pengaruh orang lain dalam artian setiap manusia pasti membutuhkan bantuan dari orang lain. Jadi dalam kehidupan sosial bermasyarakat, terbentuknya interaksi sosial menjadi salah satu aspek yang paling penting, sebab solidaritas sosial yang tinggi juga akan terjalin pada masyarakat yang memiliki ikatan kuat dalam bermasyarakat, seperti halnya rasa kesetiakawanan yang tinggi. Meskipun diera sekarang ini, perkembangan zaman dan arus modernisasi yang semakin berkembang pesat tidaklah menjadi suatu alasan lunturnya rasa kesolidaritasan antar sesama warga masyarakat desa. Demi tercapainya kepentingan dan tujuan bersama, maka jiwa sosial, kebersamaan, dan kesolidan akan tetap tertanam dalam kehidupan masyarakat tersebut, sehingga dalam suatu desa akan hidup guyup rukun, tentram, damai, aman, dan sejahtera. 

 

Tentang Penulis : Nurul Hasanah adalah Mahasiswi UIN Walisongo Semarang bertempat tinggal di desa Jetis, Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang

*Opini di atas merupakan tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab Bloranews.com

banner 120x500
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan