fbpx

YAKINKAN PENDUKUNG JOKOWI, PROJO JAWAB TUDINGAN SOAL “TEKS” SAMPAI “SARA”

  • Bagikan
Silaturohmi projo
Penasehat DPC Projo Kabupaten Blora, Kolonel (Purn) Sutrisno

Blora- Kampanye Pemilu 2019 kian memanas, tak hanya di ibu kota, tapi juga hingga di Kabupaten Blora. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Projo Blora siap menjawab berbagai tudingan yang dilontarkan terhadap Jokowi di Pilpres tahun ini.

“Jokowi sudah teruji memimpin negeri ini. Mau cari apa lagi?,” tegas Ketua DPC Ormas Projo Kabupaten Blora, Harsono Hadi Siswo dalam Silaturahmi Relawan Projo Blora di Ngawen, Minggu (24/02).

 

Silaturohmi projo
Penasehat DPC Projo Kabupaten Blora, Kolonel (Purn) Sutrisno

 

Selain Harsono, silaturahmi ini juga dihadiri Kolonel (Purn) Sutrisno yang merupakan penasehat dalam ormas tersebut. Satu demi satu, tudingan yang selama ini dilontarkan kepada Jokowi, dijawab oleh pria yang pernah berlaga di Pilbup Blora 2015 itu.

Pertama, Sutrisno menjawab tudingan terkait kertas catatan yang kerap dibawa Jokowi saat pidato di depan pendukungnya, maupun dalam debat. Sutrisno menilai, justru dengan adanya catatan tersebut, Jokowi membuktikan bahwa pernyataannya berdasarkan data yang valid.

“Dengan teks itu, membuktikan kalau ngomong ada datanya. Dan teks itu, yang ngoreksi banyak sekali,” jawab Sutrisno.

Tak hanya itu, Sutrisno juga menjawab terkait tudingan banyaknya hutang di era pemerintahan Jokowi. Dia menilai, hutang yang dilakukan pemerintahan saat ini merupakan hutang produktif untuk pembangunan nasional.
“Hutang itu untuk membangun. Lihat saja, selama pemerintahan ini, pembangunan infrastruktur tuntas dari Aceh sampai Papua. Katanya ekonomi sulit, lihat saja harga BBM yang satu harga di Papua. Saya sudah keliling Indonesia, dan itu baru ada di pemerintahan ini,” imbuhnya.

Terkait prioritas pembangunan, Sutrisno menegaskan, Jokowi yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur merupakan strategi cerdas dalam menguatkan ekonomi nasional. Dirinya mengibaratkan, layaknya tubuh manusia, infrastruktur itu kaki sedangkan ekonomi itu perut.

“Kaki dan perut tidak maju bersamaan. Itu kakinya maju dulu, setelah itu baru perutnya. Ini strategi pembangunan yang pintar sekali. Kalau kakinya lemah, mana bisa maju?,” ucap Sutrisno meyakinkan para pendukung Jokowi yang hadir dalam acara itu.

Terakhir, Sutrisno menjawab terkait isu kriminalisasi ulama yang dilakukan rezim Jokowi. Dirinya mengatakan, menyebut adanya kriminalisasi ulama sama artinya meragukan integritas aparat penegak hukum.

“Urusan hukum ini gak main-main. Tapi ya begitulah tim kampanye, pasti melakukan apa pun untuk menjatuhkan lawan. Tapi, Tuhan tak akan tinggal diam, karena Tuhan sayang sama orang baik,” pungkasnya.

Lebih lanjut, dirinya berpesan agar Relawan Projo Blora mengencangkan ikat pinggang untuk memenangkan Jokowi di Pilpres kali ini. Dia juga mengingatkan, relawan harus ikhlas karena tidak ada imbal balik materi dalam misi pemenangan ini. (spt)

  • Bagikan