fbpx

AL MA’SHUM KIDANGAN, SAKSI BISU CABANG NU PERTAMA

Saksi bisu sejarah berdirinya Cabang Nahdlatul Ulama (NU) pertama di tanah air Indonesia yaitu Masjid Al Ma’shum. Terletak di sebelah kanan jalan raya Blora-Cepu 6,5 km di Dukuh Pelem, Desa Kidangan, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.
Tampak Depan Masjid Al Ma'shum di Dukuh Pelem, Desa Kidangan, Kecamatan Jepon, Blora.

Jepon – Saksi bisu sejarah berdirinya Cabang Nahdlatul Ulama (NU) pertama di tanah air Indonesia yaitu Masjid Al Ma’shum. Terletak di sebelah kanan jalan raya Blora-Cepu 6,5 km di Dukuh Pelem, Desa Kidangan, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.

Masjid Al Ma’shum didirikan tahun sekitar 1910 oleh Mbah Ma’shum Syamsudin. Kala itu hanya sebatas langgar (mushola) digunakan sebagai tempat ibadah dan menyebarkan ajaran islam kepada lingkungan sekitar. Kemudian dibangun menjadi masjid sekitar tahun 1984 melalui swadaya masyarakat.

BACA JUGA :  LEBIH DEKAT DENGAN KYAI MA’SHUM, PEMIMPIN NU YANG BERSAHAJA

Dibangun menjadi masjid sebab ada suatu masjid namanya Al-Mak’sum di wilayah Desa Brumbung sudah banyak jamaahnya dan ruang tidak muat. Maka renovasi masjid dilakukan kemudian diberi nama masjid Al Mak’sum sesuai dengan nama pendirinya.

Ketua Takmir Masjid Al Ma’shum, Rachman Chamdani menjelaskan, kondisi masjid bagimana tetap dipertahankan dan terus digunakan untuk nguri-uri keagamaan. Bahkan tidak hanya untuk ngaji saja, area masjid Al Ma’shum terdapat Madrasah Ibtidaiyah (MI).

“Kalau bulan Ramadhan seperti sekarang nanti jam setengah lima ada ngaji posonan. Kalau malam tadarusan,” jelasnya yang juga merupakan cucu dari Mbah Ma’shum ketika dikunjungi wartawan, Selasa (5/4) lalu.

BACA JUGA :  WARGA NU DIMINTA AWASI DANA DESA

Dulu arsitektur bangunan bergaya masjid tradisional Jawa, tetapi telah mengalami renovasi tahun 1984 dengan materi pokok bangunan tembok, kayu dan atap genting. Luas area tanahnya 28×28 meter. Terletak 30 meter dari jalan raya. Ketika masuk area masjid akan melalui gapura bertuliskan Masjid Al Ma’shum.

Kondisi terkini terdapat fasilitas tempat wudhu, kentongan kuno (tahun 1956) yang sudah banyak terkikis tetapi masih digunakan, bedug, mimbar dan pendopo. Untuk tempat wudhu berupa bak air dan juga kran. Lokasi parkir luas, di depan masjid terdapat pohon sebagai peneduh.

BACA JUGA :  FATAYAT BERKOMITMEN DIDIK PEREMPUAN NU

Kyai Ma’shum mendirikan dan memimpin NU cabang Blora sejak didirikan tahun 1927. Pendiri NU Blora ini berpulang pada tahun 1947 dalam usia senja (lebih dari sembilan puluh tahun), makamnya terletak di sebelah selatan Masjid Al Ma’shum Desa Kidangan, Jepon. (Jam).