fbpx

ANGGOTA DPR RI: KEKUASAANKU YA KEKUASAANMU

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI komisi II, Riyanta berbagi cerita kepada para wartawan Blora mulai dari masa muda sebagai aktivis pergerakan hingga kini menjadi DPR RI.
Anggota DPR RI komisi II, Riyanta.

Tunjungan – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI komisi II, Riyanta berbagi cerita kepada para wartawan Blora mulai dari masa muda sebagai aktivis pergerakan hingga kini menjadi DPR RI.

“Saya jadi anggota DPR RI itu resmi per 07 Desember 2021. Dulu saya mengira tidak bakal jadi, intinya saya sudah di kekuasaan, jadi mau apa. Kekuasaanku ya kekuasaanmu (Masyarakat),” ucapnya di salah satu rumah makan Greneng, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Sabtu (12/02).

BACA JUGA :  PENGOLAH SAMPAH DI PURWOSARI PICU INOVASI BAGI DESA-DESA LAIN

Ia saat ini mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah III, yang meliputi Kabupaten Grobogan, Kabupaten Blora, Kabupaten Rembang dan Kabupaten Pati. Dirinya mengganti DPR yang sebelumnya, Imam Suroso yang telah meninggal dunia pada 27 Maret 2020.

Riyanta menyampaikan, sebenarnya setiap manusia punya kapasitas dan potensi harus dimaksimalkan, kalau bisa partai politik dikuasai dan harus punya kisi-kisi politik.

BACA JUGA :  MENAKAR RISIKO UTANG PEMERINTAH DAERAH

“Indonesia itu tidak hanya Jakarta, kita hidup di negara hukum, di negara pancasila. Saya jadi DPR terikat dengan kepentingan-kepentingan lain dan semua kepentingan diatur di dalam undang-undang dalam rangka menuju satu kompromi yaitu membangun bangsa,” tambahnya.

Pihaknya ingin membantu banyak orang dengan tidak melanggar hukum. Ia juga menyuplik ucapan Soekarno, selain mencerdaskan kehidupan bangsa juga ikut serta melaksanakan ketertiban dunia.

BACA JUGA :  USAI SEKOLAH AMBRUK, DISDIK AJUKAN 300 JUTA UNTUK PERBAIKAN

“Saya ingin teman-teman media hari ini pola pikirnya harus berubah. Jangan hanya jadi penonton. Memang wartawan banyak dinyek (dihina) penguasa, wartawan hanya mengorek keburukan saja, ya harus berontak. Mohon saya dibantu untuk menyampaikan pikiran-pikiran utama,” pungkasnya. (Jam).