BUPATI BLORA INGIN SRG KEDUNGTUBAN DIAKTIFKAN KEMBALI

Semarang – Untuk meningkatkan penyerapan gabah petani, Bupati Blora, H. Arief Rohman menyampaikan inginkan Sistem Resi Gudang (SRG) yang sudah dibangun Kementerian Perdagangan sejak tahun 2013 di Kecamatan Kedungtuban bisa diaktifkan kembali.

Bupati Blora hadiri rakor dengan Wakil Menteri Perdagangan dan Gubernur Jateng

Bupati Blora hadiri rakor dengan Wakil Menteri Perdagangan dan Gubernur Jateng

 

“Di Blora ini sudah ada SRG di Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban tapi kondisinya mangkrak. kita upayakan secepatnya agar resi gudang ini segera berfungsi. Karena fungsinya bagus untuk menyerap gabah petani dalam kondisi harga gabah sedang turun. ini nantinya bisa untuk menstabilkan harga gabah petani, ya semacam Bulog lah , tapi yang ada di daerah,” terang Bupati usai mengikuti rapat koordinasi dengan Wakil Menteri Perdagangan dan Gubernur Jawa Tengah di Semarang, Selasa (16/03).

Untuk diketahui, gudang SRG di Desa Sidorejo ini dulunya dibangun dengan dana alokasi khusus (DAK) dan dana alokasi umum (DAU) dengan total anggaran mencapai Rp 4,84 miliar. Gudang ini dibangun di atas tanah seluas 3.500 meter persegi milik Pemkab Blora.

“Daya tampung gudang mencapai 1.500 ton gabah. Mesin pengering gabah berkapasitas 10 ton per delapan jam dan dilengkapi dengan lantai jemur gabah, ganset, listrik, tataan gabah, air, perkantoran dan musholla,” imbuhnya.

Pada kesempatan ini, Arif juga menyampaikan permasalahan Kabupaten Blora, salah satunya dari rencana pembukaan sekolah tatap muka hingga kondisi kerusakan jalan provinsi yang ada di Kabupaten Blora, khususnya Jl.Blora-Purwodadi, Jl. Cepu-Randublatung-Doplang, dan Jl. Ngawen-Japah-Todanan hingga batas Pucakwangi (Pati). (Spt)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan