fbpx

HARAPAN KETUA PGRI BLORA DI HARI GURU NASIONAL

Hari Guru Nasional ditetapkan bertepatan Hari Lahir Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), yakni pada tanggal 25 November 1945. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghargaan terhadap organisasi guru yang telah berjuang dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Guru dan Murid.

Blora – Hari Guru Nasional ditetapkan bertepatan Hari Lahir Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), yakni pada tanggal 25 November 1945. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghargaan terhadap organisasi guru yang telah berjuang dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sintong Joko Kusworo, selaku Ketua PGRI Blora, mengemukakan harapannya di hari guru nasional dan hari lahir PGRI ke-76 ini (25/11). Harapan ini ditujukan kepada seluruh elemen pendidikan di Indonesia, terutama di Blora.

BACA JUGA :  380 MAHASISWA BARU STEM AKAMIGAS DIKUKUHKAN

Pertama, beliau berharap seluruh elemen pendidikan beserta masyarakat tetap optimis melangkah dalam situasi dan kondisi apapun.

“Saya berharap kita tetap optimis melangkah dalam situasi dan kondisi apapun, terutama di momen pandemi seperti ini,” ungkapnya.

“Saya juga berharap konsep merdeka belajar yang dicanangkan mas nadhim tetap ditumbuh kembangkan. Karena ini akan berdampak positif bagi anak didik,” imbuhnya.

BACA JUGA :  SMK PGRI BLORA LAKSANAKAN UJIAN SEKOLAH BERBASIS DARING

Kedua, pak sintong juga berharap para guru bisa bekerja secara maksimal. Karena ini berurusan dengan nasib anak bangsa.

“PGRI telah memperjuangkan para guru (terutama guru honorer) untuk mendapat kesejahteraan, jadi tidak boleh nglokro, harus tetap semangat dalam mendidik,” tegasnya.

Ketiga, pak ketua juga berharap kepada pemerintah untuk mengangkat semua guru. Mengingat target rekrutmen pemerintah berjumlah 1 juta guru PPPK, sedangkan yang mendaftar baru 500 ribu orang.

BACA JUGA :  HARI GURU NASIONAL: MENGULAS KEMBALI SEJARAH BERDIRINYA PGRI

“Kami dari PGRI juga usul ke pemerintah untuk mengangkat semua guru. Karena target pengangkatan 1 juta guru dari pemerintah baru terpenuhi 500 ribu pendaftar,” usulnya.

“Saya juga berharap pemerintah memprioritaskan para guru yang sudah mengabdi lama. Memang kalau dari segi kecakapan dan penguasaan teknologi, guru-guru yang udah tua kalah. Tapi saya rasa mereka juga perlu disejahterakan karena perjuangannya,” pungkasnya. (kin).