fbpx

OJK AJAK GURU DI BLORA JAUHI PINJOL ILEGAL

Frederica Widyasari Dewi: Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK.

Blora, BLORANEWS – Pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak para guru di Kabupaten Blora untuk menjauhi Pinjaman Online (Pinjol) ilegal. Hal itu dikemukakan oleh Frederica Widyasari Dewi selaku Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK.

Dihadapan ratusan guru, Frederica menjelaskan bahwa guru boleh mengakses pinjaman, namun harus dicermati terlebih dahulu apakah pinjaman tersebut produktif atau tidak. Apalagi, saat ini banyak tawaran investasi bodong dan pinjol ilegal yang langsung muncul di notifikasi handphone masyarakat.

“Karena itu kami harus terus mengedukasi guru, supaya memiliki literasi keuangan yang baik. Kami punya learning management system, silakan mengakses ini, ada pelatihan tentang perbankan, asuransi, pinjol yang legal maupun yang ilegal, serta berbagai skema penipuan investasi dan keuangan,” terangnya saat acara Edukasi Keuangan dalam Rangka Memperingati Hari Guru Nasional 2023 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Selasa (5/12).

Frederica menjelaskan, masih rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat menjadi penyebab maraknya investasi dan pinjol ilegal. Selain itu, mudahnya replikasi aplikasi investasi dan pinjol ilegal serta promosi yang murah dan mudah menjadi alasan lainnya.

“Oleh sebab itu, kami mengimbau masyarakat agar selalu ingat 2L, yaitu legal dan logis dengan memastikan status perizinan baik badan hukum dan produk,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi kehadiran pihak OJK di Kabupaten Blora. Menurutnya, edukasi keuangan kepada guru perlu digalakkan demi mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.

“Sebelumnya telah diusulkan 4.000 formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Namun setelah itu, ada fenomena guru yang menyekolahkan (menggadaikan, red) surat keputusan (SK) P3K  baik untuk investasi atau kebutuhan lain,” jelasnya.

Menurut Bupati, fenomena itu terjadi lantaran adanya kenaikan gaji guru yang sebelumnya hanya Rp1 juta per bulan menjadi Rp3 juta. Maka dari itu, Dia berharap ada pendampingan terhadap guru perihal investasi jangka panjang.

“Kenaikan gaji guru seharusnya diikuti dengan kesadaran investasi masa depan yang bermanfaat. Dengan manajamen keuangan yang baik, guru bisa mengakses pembiayaan dari perbankan menjadi modal produktif,” katanya.

Sebagai informasi, kegiatan bertajuk Edukasi Keuangan dalam Rangka Memperingati Hari Guru Nasional 2023 itu diikuti oleh 1.300 peserta. 400 peserta mengikuti secara luring dan 900 peserta secara daring. Dimana sasaran peserta berasal dari jajaran guru dan pelaku UMKM perempuan. 

Mengapa sasaran peserta diambil dari kalangan guru? Karena berdasarkan hasil survei, sebagian guru mengalami kerentanan dalam hal keuangan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya guru yang terjerat pinjol dengan jumlah mencapai 42%.

Kemudian, kalangan lain yang rawan terjerat pinjol ialah korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dan ibu rumah tangga, dengan presentase sebanyak 21% dan 18%. (Dj)