Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

MARAK KEBAKARAN, BEGINI CARA PADAMKAN API DI RUANG TERBUKA!

Blora- Kebakaran di lahan terbuka kerap terjadi seiring dengan panjangnya musim kemarau tahun ini. Kerap kali, kebakaran dipicu dengan pembakaran sampah yang tidak tuntas, membuang benda terbakar sembarangan.

 

Pramuka SMK Negeri 1 Blora belajar teknik memadamkan api

Pramuka SMK Negeri 1 Blora belajar teknik memadamkan api

 

Untuk melatih sejak dini cara mengantisipasi kebakaran, Pramuka SMK Negeri 1 Blora melaksanakan latihan pemadaman api, secara tradisional dan pemadaman menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

“Ini merupakan pembekalan agar siswa dapat memadamkan api, jika terjadi kebakaran di lingkungan sekitar. Dalam latihan ini, dilakukan pula simulasi pemadaman api,” terang Instruktur latihan, Sucipto, Jumat (04/10).

Kegiatan ini diikuti Pramuka Penegak kelas XI, dipandu sejumlah instruktur bersama Wakil Kepala SMK Negeri 1 Blora, Gatot Puluroso. Latihan pemadaman api tersebut, ternyata juga merupakan salah satu program kerja Pramuka di sekolah ini.

Ada dua sesi dalam latihan pemadaman api yang berlangsung di halaman sekolah tersebut. Sesi pertama adalah, langkah penyelamatan saat terjadi kebakaran, sedangkan sesi kedua diisi dengan metode pemadaman api.

“Saat terjadi kebakaran, pertama yang harus diamankan adalah manusia di sekitar titik api, supaya tidak ada yang mendekati lokasi kebakaran sehingga tidak terjadi korban jiwa. Serta, barang-barang yang sekira bisa dijangkau harus diamankan terlebih dahulu,” imbuh Sucipto yang pernah bertugas sebagai Tim Rescue PT BUMA, Kaltim ini.

Setelah diamankan, langkah selanjutnya adalah menghubungi petugas yang berwajib, yakni polisi atau  unit pemadam kebakaran. Langkah terakhir, adalah membantu memadamkan api sesuai kemampuan.

Lebih lanjut, Sucipto menjelaskan bagaimana cara memadamkan api secara tradisional dengan menggunakan karung yang telah dibasahi. Caranya, karung basah diletakkan perlahan-lahan di titik api searah dengan arah angin.

“Dalam kondisi darurat, karung basah dapat dipergunakan sebagai pelindung diri. Intinya, api menyala karena 3 elemen, yakni oksigen, panas, dan bahan bakar. Karung basah dan APAR berfungsi memutus oksigen. Tanpa oksigen, api akan padam,” pungkasnya. (cpt)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan